Pada 24 Oktober 2013 lalu, Chevening Scholarship mengadakan presentasi mengenai beasiswa yang bertempat di International Village di Ubaya. Acara yang dihadiri sekitar 40 mahasiswa ini juga ada yang berasal dari luar Ubaya, antara lain UNAIR dan ITS. Acara ini juga dihadiri oleh alumni Ubaya yang merupakan salah satu menerima beasiswa dari Chevening.
Beasiswa yang dibiayai oleh Pemerintah United Kingdom (UK) yang telah dilaksanakan sejak tahun 1983 ini menawarkan beasiswa untuk 118 negara di dunia, dan tak terkecuali salah satunya adalah Indonesia. Chevening yang dibiayai langsung oleh Foreign and Commonwealth Office (FCO) ini mencari 600 lulusan S1 untuk dibiayai dalam melanjutkan program studi Master (S2) mereka di seluruh universitas yang ada di UK.
Chevening mencari mereka yang ingin dan berpotensi untuk menjadi orang yang berpengaruh di masa depan. Khusus untuk Indonesia, kuota yang diberikan adalah 20 hingga 30 orang. Indonesia adalah negara ke 4 yang diberikan kuota terbanyak. “Banyak orang Indonesia yang pernah dibiayai oleh Chevening dan menjadi sukses di Indonesia, salah satunya adalah Balthasar Kambuaya, Menteri Lingkungan Hidup yang sedang menjabat,” Papar Rowena Rompas, Scholarship and Alumni Coordinator British Embassy Jakarta selaku pembicara pada acara kali ini, “Hal ini dikarenakan orang Indonesia sangat berpotensi,” tambahnya.
Chevening menawarkan oleh beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan studi S2-nya di UK dengan membebaskan biaya perkuliahan, termasuk biaya tambahan yang memang dibutuhkan untuk studi. Chevening juga memberikan biaya bulanan bagi mahasiswa untuk hidup disana dan tiket Pulang Pergi kelas Ekonomi dari Jakarta ke London. “Istilahnya, kita ke London hanya bawa badan saja,” ujar Rowena sambil tertawa.
Chevening Scholarships dibuka bagi setiap Warga Negara Indonesia lulusan S1 yang memiliki IPK lebih dari 3 dengan nilai International English Language Testing System (IELTS) lebih dari 6,5 dan telah memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun.
Ibrahim Sapto Siswoyo, sebagai salah satu alumni Chevening Scholarships membagikan pengalamannya. Siswoyo ternyata telah mencoba mengajukan permohonan beasiswa ini hingga 3 kali dan gagal. Baru pada percobaan keempatnya pria ini berhasil memperoleh kepercayaan Chevening untuk memilihnya. Melalui contoh ini, Rowena menekankan kepada kita untuk tetap gigih tidak menyerah. Harapannya setelah mahasiswa Indonesia menyelesaikan program studi Master (S2) ini, mereka bisa mengembalikan semua ilmu pengetahuan yang didapat untuk melayani masyarakat Indonesia. (sml/wu)