Hal yang paling mendebarkan setelah UAS adalah menunggu Kartu Hasil Studi (KHS) dibagikan. Rasa penasaran akan nilai IP pun memuncak. Ketika hari pembagian yang ditunggu-tunggu datang, beragam ekspresi bermunculan. Ada yang senang karena nilainya meningkat, ada juga yang sedih karena tidak lulus mata kuliah tertentu. Nah bagi yang tidak lulus, jangan bersedih dulu. Masih ada alternatif lain selain mengulang pada semester berikutnya, yaitu melalui semester pendek atau semester perbaikan (SP).
SP adalah sistem pembelajaran yang diadakan pada liburan semester. Jangka waktunya pun cukup singkat, yakni hanya 2-4 minggu saja. Dalam waktu yang singkat ini diadakan UTS sekaligus UAS. Sesuai namanya, SP diadakan untuk memperbaiki nilai. Jadi mahasiswa tidak perlu mengulang mata kuliah yang tidak lulus selama enam bulan berikutnya, tapi cukup dengan ikut SP. Hal ini sangat membantu mahasiswa, terutama dalam hal menghemat waktu.
Namun, tak semua fakultas menyediakan SP. Hanya fakultas-fakultas tertentu saja, sehingga tidak semua mahasiswa Ubaya bisa merasakan SP. Salah satu mahasiswa yang pernah mengikuti SP ialah Brigita Widya. Mahasiswi FBE ini ikut berbagi cerita mengenai pengalamannya mengikuti SP.
“Saya tahu ada SP di FBE karena diberitahu teman-teman. Begitu mengetahuinya, saya langsung saja daftar di TU FBE,” buka Brigita. Waktu itu, Brigita ikut SP untuk mata kuliah Pengantar Ekonomi Mikro. “Berhubung Pengantar Ekonomi Mikro saya mendapat nilai D maka terpaksa saya ikut SP,” ungkapnya.
Cara mengikuti SP ini cukup mudah. Langkah pertama, bertanya ke TU mengenai prosedur-prosedurnya. Kemudian, memberi fotokopi KHS, KS, dan membayar biaya SP. Untuk FBE, biaya yang ditetapkan sebesar Rp 75.000,-/sks. “Kita akan diberi formulir yang harus diisi. Setelah mengisi dan menyerahkan formulir tersebut, selesailah pendaftaran SP,” jelas Brigita.
SP bisa memudahkan mahasiswa dalam memahami materi. Hal ini diakui oleh Brigita. “SP itu enak. Lebih intensif karena tiap pertemuan selalu mereview materi sebelumnya. Selain itu dosennya tetap terus selama SP, jadi lebih enak dalam beradaptasi dengan gaya mengajarnya,” terang cewek yang hobi nonton TV dan jalan-jalan ini.
Hasil nilai pada SP akan diumumkan setelah lewat satu semester normal. “Selama menunggu pengumuman itu, saya selalu penasaran dengan nilai SP saya,” cerita Brigita. Kesabarannya menunggu akhirnya membuahkan hasil. “Saat pengumuman tiba, saya senang karena mendapat nilai BC berkat adanya SP,” kenang cewek kelahiran Jember tersebut.
Meskipun SP bisa membantu mahasiswa dalam memperbaiki nilainya, tetapi SP sendiri juga mempunyai kekurangan. “Menurutku, kekurangan dari SP adalah menyita waktu karena diadakan selama liburan dan setelah pembagian KHS. Serta dalam SP tidak ada nilai A maksimal hanya B atau AB saja. Maka dari itu, usahakan mendapat nilai yang bagus dan rajin-rajinlah belajar,” tutupnya. (lov, sv4)