BERITA

Perlu Ada Kajian Standar Sistem Damkar

SURYA Online, SURABAYA - Hingga saat ini, belum ada standar keselamatan pada sistem pemadam kebakaran angkutan umum. Untuk itu, perlu ada kajian dan standar nasional terkait sistem kebakaran pada angkutan umum.

Ini diungkapkan Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hotma Simanjuntak usai acara coffe morning di Ubaya tentang sistem pemadam kebakaran (damkar). Dia menjelaskan, untuk saat ini sistem keselamatan damkar pada angkutan umum, terutama Perusahaan Otobus (PO) memang sudah ada. Namun dari penilaian yang ada, maka sistem itu belum ada yang mencapai rangking terbagus. "Memang dari sisi internal perusahaan perlu dibenahi," terangnya, Rabu (12/9/2012).

Diakuinya, sistem keselamatan itu tergolong mahal karena terkait persaingan pasar, dimana penumpang tertarik dengan tarif terjangkau. Padahal jika PO benar-benar memperhatikan sistem keselamatan damkar, maka kompensasi tarif juga harus tinggi. Terkait sistem keselamatan damkar, untuk mendapatkan kualitas yang bagus, maka jenis damkar dan interior juga dari bahan yang mampu meminimalkan kebakaran.

Untuk itu, pemerintah perlu bekerjasama dengan akademisi dan pengusaha untuk membuat jenis interior tak mudah terbakar. "Sebenarnya dari akademisi bisa membuat bahan tak mudah terbakar. Nantinya dari situ bisa dibuat standar nasional untuk sistem damkar, mirip seperti helm SNI," katanya.

Sedangkan Managing director PT Hartindo Chemicatama Industry, Randall Hart, yang juga penemu sistem damkar mengutarakan bahwa kerjasama antara pemerintah, pengusaha dan akademisi mutlak dibutuhkan. Namun yang punya peran penting adalah akademisi, karena merekalah yang bisa membuat bahan tak mudah terbakar dan sistem damkar efektif, sehingga bisa dipatenkan dan dipasarkan. "Peran akademisi sangat penting," ujarnya.

Sumber: Surya Online

 

Keselamatan Penumpang Transportasi Belum Jadi Prioritas Pengusaha
Zainal Effendi - detikSurabaya

Surabaya - Keselamatan penumpang pada angkutan transportasi massal belum menjadi prioritas pengusaha. Para pelaku usaha jasa ini lebih memilih mengorbankan keselamatan demi efisiensi. Seperti penggunaan ban vulkanisir.

Menurut Direktur Keselamatan Perhubungan Darat Kemenhub, Hotma Simanjuntak, efisiensi yang dilakukan pelaku usaha angkutan dilakukan demi meraup untung tanpa memperhatikan keselamatan.

"Persaingan tarif antar pengusaha angkutan makin tinggi hingga keselamatan yang menjadi korban," kata Hotma dalam Launching Sistem Pemadaman Kebakaran Otomatis Pada Moda Transportasi Darat di Perpustakaan Universitas Surabaya, di Surabaya, Rabu (12/9/2012).

Selain ban vulkanisir, kata Hotma, pengusaha transportasi seringkali sekedar melengkapi alat pemadam kebakaran sebagai salah aturan yang harus dipatuhi.

Oleh karena itu, dia berharap pihak akademis bisa menciptakan sistem pendeteksi dan pemadam kebakaran seperti yang dilakukan dosen teknik manufaktur Ubaya sehingga bisa menggugah kesadaran pengusaha transportasi agar lebih peduli dengan keselamatan.

Sementara Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub dan LLAJ Jatim Sumarsono dalam kesempatan yang sama mengaku jika pihaknya hanya bisa melakukan pemeriksaan kelengkapan. Tapi apakah layak atau tidak, bukan kewenangannya.

"Sesuai dengan SK Dirjen Perhubungan tahun 2003 sebenarnya sudah disebutkan bahwa setiap kendaraan umum harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran. Kami hanya memeriksa kelengkapannya, bukan standarnya memang," ujarnya.

(ze/fat)

Sumber: DetikSurabaya


UBAYA Kenalkan Alat Pemadam Kebakaan Mobil Otomatis

Rabu, 12 September 2012 18:35:45 WIB
Reporter : Asmawi

Surabaya (beritajatim.com) – Tim Dosen Universitas Surabaya (UBAYA) memperkenalkan Sistem Pemadam Kebakaran Otomatis pada Moda Transportasi Darat di Gedung Perpustakaan Ubaya.  Dalam acara tersebut dihadiri beberapa instansi pemerintah dan dari kalangan pengusaha angkutan umum.

Sistem Pemadam Kebakaran Otomatis pada Moda Transportasi Darat merupakan hasil dari riset tim dosen Ubaya  dari Teknik Manufaktur.

Sistem pemadam kebakaran otomatis itu terdiri dari alat kontrol panas, alat kontrol asap, alat semprot (nozzle) dan tangki gas likuid, serta remote manual dan sistem yang dipasang pada mobil.

Dihadiri oleh Randall Hart selaku penemu bahan-bahan kebakaran juga sebagai managing Director PT. Hartindo Chemicatama Industri, yang membantu pada bagian engineering bahan kimianya. Acara launching tersebut juga dihadiri oleh Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ir Hotma Simanjuntak.

Randall Hart mengungkapkan tentang apresiasinya kepada Ubaya, karena dengan keprihatinannya terhadap peralatan pemadam api otomatis pada mobil-mobil umum di Indonesia. Karena di Indonesia sendiri sampai saat ini belum ada mobil-mobil yang didalamnya tersedia alat-alat pemadam kebakaran.

Menurutnya “Ubaya merupakan universitas yang sangat menaruh perhatian terhadap peralatan pemadam kebakaran otomatis di Indonesia,” (12/09/’12) tegas Randall saat berbincang kepada media.

Acara tersebut diakhiri dengan menanda tanganan nota kesepahaman MoU antara Randall Hart dengan Rektor Ubaya Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT, Ph.D. [awi/ted]

Sumber: www.beritajatim.com

Copyright
© 2014 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2013/content/news_detail/999/Perlu-Ada-Kajian-Standar-Sistem-Damkar.html