Kaligrafi basmalah karya Unit Kegiatan Kerohaniaan Islam (UKKI) Universitas Surabaya (Ubaya) mendapat pengakuan dari Muri. Karya seni tulisan Arab berukuran 16 x 6 meter itu merupakan kaligrafi terbesar. Sebagai wujud kegembiraan, kemarin mereka memajang karya tersebut di dinding depan perpustakaan Ubaya dari lantai 5. (jun)

Sumber: Jawa Pos 25 Agustus 2011

 

Tulis Kaligrafi Arab Terbesar di Indonesia

Thursday, 25 August 2011
Kain merah putih berukuran 16 x 6 meter dibentangkan dari lantai 5 gedung perpustakaan kampus Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin. Di atas kain itu, tersusun huruf-huruf arab nan indah yang bisa dilihat dari jarak pandang jauh.

Karya unik itu akhirnya dicatat oleh Muri sebagai lukisan kaligrafi di atas kain merah putih terbesar di Indonesia. Karya besar itu adalah hasil kerja keras para mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). Kaligrafi di atas bendera raksasa yang dibuat dari kain vinil tersebut dibentangkan para aktivis UKM Mapaus (Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Surabaya) dari lantai 5 gedung perpustakaan.

Kaligrafi itu bertuliskan ”Bismillaah arrahmani ar-rahim”yang dilukis dengan cat hitam. Latar belakang kaligrafi warna merah dan putih juga dilukis dengan cat.Pelukis kaligrafi ini adalah para mahasiswa dari UKKI Ubaya sendiri.Pembuatannya sekaligus pengajuan ke MURI untuk mendapatkan pengesahan sebagai kaligrafi bertuliskan lafal basmalah itu sudah dilakukan sejak dua bulan lalu.

Namun surat pengesahan dari Muri dalam bentuk piagam yang ditandatangani Jaya Suprana baru turun bulan Agustus 2011 beberapa hari yang lalu. Piagam pengakuan itu bernomor 5049/R.MURI/VIII/2011 dengankategorirekor’Pembuatan Kaligrafi Arab Terbesar’. ”Begitu pengakuan resmi dari Muri turun,kami langsung mengabarkannya kepada masyarakat melalui acara pembentangan ini.

Ini sekaligus untuk memperingati HUT RI yang jatuh bersamaan dengan bulan Ramadhan,” kata Dika Bakti Prasetya Ketua UKKI Ubaya. Kaligrafi Merah Putih ini dibentangkan di dinding gedung perpustakaan kampus dengan cara mengereknya dari halaman ke lantai 5.Sekitar 20 mahasiswa dikerahkan untuk menarik kaligrafi yang memiliki berat puluhan kilogram itu untuk bisa sampai ke lantai 5, kemudian mengikatnya ke ujung gedung dengan tali, dan membeberkannya sehingga menutupi sekitar 3 lantai dari dinding gedung.

Seluruh prosesi ini memakan waktu sekitar 45 menit. ”Kita harus kerja keras untuk proses pemasangan,” katanya. Ketua Mapaus Wibowo Mappatunru mengatakan dalam proses pembuatan maupun pemasangan tidak ada kendala berarti. Semua berjalan dengan lancar dan sesuai perencanaan.”Tidak ada kesulitan apapun,”ujarnya. Wibawa menuturkan kaligrafi merah putih ini dibentangkan sekaligus sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-66 dan bulan suci Ramadan.

Lafal basmalah yang dilukis di atas latar belakang warna merahputih, menurut dia, merupakan simbol rasa syukur terhadap kemerdekaan yang tahun ini perayaannya bersamaan dengan umat muslim menjalankan ibadah puasa. Mahasiswa Fakultas Farmasi ini berharap ucapan basmalah bisa memberi semangat baru untuk menjadi pribadi lebih baik pascabulan suci Ramadan.

”Pembentangan kaligrafi merah- putih ini juga merupakan pernyataan sikap kami terhadap kondisi bangsa yang terlihat carut marut.Kami mengajak semua komponen bangsa mengucap Bismillaahirrah maanirraahim, lalu bekerja keras dan jujur untuk membenahi kondisi bangsa,”tuturnya.

ARIEF ARDLIYANTO
Surabaya

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com

 

Kaligrafi Merah Putih Terbesar di Ubaya

Sosbud / Rabu, 24 Agustus 2011 17:33 WIB

 

Metrotvnews.com, Surabaya: Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) membentangkan kaligrafi merah-putih terbesar di lantai 5 perpustakaan universitas setempat, Rabu (24/8). Kaligrafi Bismillahirrohmanirrohim dalam ukuran 16 x 6 meter itu dilukis 10 mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Ubaya.

Pembentangan kaligrafi yang sudah tercatat dalam MURI sebagai pembuatan kaligrafi Arab terbesar itu dilakukan enam mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Surabaya (Mapaus) dalam kurun waktu 45 menit.

"Kami melukis kaligrafi itu selama tiga bulan, karena membuat desain dalam ukuran besar memang tidak mudah, tapi penghargaan dari MURI juga baru turun pada Agustus 2011," kata Ketua UKKI Ubaya, Dika Bakti Prasetya.

Mahasiswa semester V Fakultas Farmasi (FF) Ubaya itu menjelaskan kaligrafi berukuran besar itu dirancang untuk ungkap syukur pada HUT ke-66 Kemerdekaan RI yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1432 Hijriah.

"Kami berharap ucapan Bismillahirrohmanirrohim itu memberi semangat kepada Muslim untuk menjadi pribadi yang semakin baik lagi pasca-Ramadhan," katanya, didampingi Humas Ubaya, Hayuning Purnama Dewi.

Selain itu, pembentangan kaligrafi terbesar itu juga pernyataan sikap atas kondisi bangsa yang terlihat karut marut dengan mengajak semua komponen bangsa mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim lalu bekerja keras untuk membenahi.

"Lukisan kaligrafi itu sudah mendapat pengakuan dari MURI melalui piagam bernomor 5049/R.MURI/VIII/2011 yang ditandatangani Jaya Suprana dengan kategori rekor pembuatan kaligrafi Arab terbesar," katanya.

Setelah acara pembentangan itu, mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) Ubaya menyemarakkan Ramadhan 1432 H dengan talk show bertajuk "Dilema Pernikahan di Bawah Umur" di ruang seminar Perpustakaan Ubaya.

"Secara demografis, usia pernikahan dini di Jatim pada tahun 2010 adalah usia 19,65 tahun dengan usia terendah di Banyuwangi yakni 12-13 tahun, tapi remaja itu biasanya mau curhat pada teman sebaya, bukan orang tua, karena itu PIK-M Ubaya bekerja sama dengan BKKBN Jatim menggelar diskusi ala curhat itu," kata Ketua LPPM Ubaya, Yoan Nursari Simanjuntak.(Ant/ICH)

Sumber: http://www.metrotvnews.com

 

 

Kaligrafi Merah Putih Terbesar di Indonesia Dibentang di Ubaya

suarasurabaya.net| Lukisan kaligrafi Merah Putih terbesar di Indonesia yang secara resmi diakui MURI (Museum Rekor Indonesia) dibentangkan di Kampus Ubaya, Rabu (24/8/2011) pukul 11.00WIB.

Kaligrafi ini dibentangkan para aktivis UKM Mapaus (Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Surabaya) dari lantai 5 gedung Perpustakaan. Kaligrafi ini dibuat di atas kain vinil berukuran 16x6 meter bertulis “Bismillahirrahmanirrahim” yang dilukis dengan cat hitam.

Latar belakangnya warna merah dan putih, juga dilukis dengan cat. Pelukis kaligrafi ini adalah para mahasiswa dari Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Ubaya. Pembuatannya sekaligus pengajuan ke MURI untuk mendapatkan pengesahan sebagai kaligrafi bertuliskan “Bismillahirrahmanirrahim” terbesar memang dilakukan dua bulan lalu.

Namun surat pengesahan dari MURI dalam bentuk piagam yang ditandatangani Jaya Suprana baru turun bulan Agustus 2011 beberapa hari yang lalu. Piagam pengakuan itu bernomor 5049/R.MURI/VIII/2011 dengan kategori rekor Pembuatan Kaligrafi Arab Terbesar.

“Begitu pengakuan resmi dari MURI turun, kami langsung mengabarkannya kepada masyarakat melalui acara pembentangan ini. Sekaligus untuk memperingati HUT RI yang jatuh bersamaan dengan bulan Ramadhan,”kata Dika Bakti Prasetya Ketua UKKI Ubaya.

Kaligrafi Merah Putih ini dibentangkan ke dinding Gedung Perpustakaan dengan cara mengereknya dari halaman ke lantai 5. Sekitar 20 mahasiswa dikerahkan untuk menarik kaligrafi yang bobotnya puluhan kilogram itu sampai ke lantai 5, kemudian mengikatnya ke ujung gedung dengan tali, dan membeberkannya sehingga menutupi sekitar 3 lantai dari dinding gedung.

Seluruh prosesi ini memakan waktu sekitar 45 menit. Wibowo Mappatunru Ketua Mapaus mengatakan tidak ada kendala berarti dalam penggelaran tulisan Bismillahirrahmanirrahim ini.

Dika Bakti Prasetya menambahkan kaligrafi Merah Putih ini dibentangkan sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-66 dan bulan suci Ramadhan. Kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” yang dilukis di atas latar belakang warna merah-putih, menurut dia, merupakan simbol rasa syukur terhadap kemerdekaan yang tahun ini perayaannya bersamaan dengan umat muslim menjalankan ibadah puasa.

Mahasiswa Fakultas Farmasi ini berharap ucapan Bismillahirrahim ini memberi semangat baru untuk menjalani pribadi lebih baik pasca bulan suci Ramadhan.

“Pembentangan kaligrafi merah-putih ini juga merupakan pernyataan sikap kami terhadap kondisi bangsa yang terlihat carut marut. Kami mengajak semua komponen bangsa mengucap Bismillahirrahmanirrahim,lalu bekerja keras dan jujur untuk membenahi kondisi bangsa,”ujar Dika. (pri/tin)

sumber: http://www.suarasurabaya.net

foto dok. http://www.suarasurabaya.net