Jangan heran jika melewati Pusdakota Ubaya pada siang (25/ 02) anda dicegat. Rupanya ada razia. Namun bukan razia curanmor tetapi razia kantong plastik. Mereka yang membawa kantong plastik akan diganti dengan tas daur ulang, yang dirancang ramah lingkungan. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Pusdakota dan warga Kelurahan Kali Rungkut.

Bersamaan dengan kegiatan ini, turut digelar peresmian program peduli sungai. Bagi warga, kebersihan sungai sangat penting. Dukungan serta komitmen Pusdakot nampak melalui kerja bakti bersama setiap Sabtu dan Minggu. “Sungai merupakan nadi kita,” seru seluruh warga. Program peduli lingkungan ini menghadirkan Tri Bangun L Sony, asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala Kecil Kementrian Lingkungan Hidup. Sony berkeliling kelurahan menyaksikan pencapaian kerja keras warga. Warga memamerkan kondisi sungai yang perlahan bebas dari sampah. “Pencapaian butuh proses tak ada yang instan. Seiring tumbuhnya semangat warga hasil maksimal dapat tercapai,” ujar Sony. Ia pun menambahkan bahwa keadaan ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Saya akan mempromosikan daerah ini ke tempat lain,” imbuh pria yang termasuk tim penilai Adipura.

Peresmian acara ini ditandai dengan penaburan benih ikan ke sungai oleh Sony, Prof Wibisono (rektor ubaya), dan Anton Prijanto (Ketua Yayasan Ubaya). Kehadiran petinggi Ubaya membuktikan pengabdian dan dukungan penuh mereka. “Lingkungan kami semakin bersih berkat kerjasama warga dan Pusdakota Ubaya,” tutur Novi, warga setempat. Berawal dari kegiatan kecil ini semoga warga sadar pentingnya kebersihan lingkungan.(gld/wu)