Perkembangan bioteknologi yang sangat pesat baik pada taraf menghasilkan pengetahuan baru seperti rekayasa genetika, cloning maupun kultur sel mamalia yang diarahkan untuk menghasilkan organ tertentu, maupun pada tingkatan aplikasi seperti pada pendeteksian dini kelainan bawaan, produksi insulin maupun produksi enzim yang berguna bagi industri, mengakibatkan ilmu bioteknologi menjadi ilmu yang banyak diperhatikan. Bahkan banyak kalangan menyebutkan bahwa abad 21 ini, merupakan abad bioteknologi.

Perkembangan cepat bioteknologi tersebut, menyebabkan orang-orang yang hanya mengamatinya menjadi tertegun-tegun karena belum selesai mereka mengerti akan perkembangan terbaru yang muncul, terdapat lagi penemuan atau aplikasi baru lainnya di bidang bioteknologi. Perkembangan cepat ini, menyebabkan banyak orang mengerti kata bioteknologi, namun demikian secara lebih mendalam hal apa saja yang dipelajari dalam bioteknologi kurang banyak dimengerti. Mengingat hal tersebut, Fakultas Teknobiologi Ubaya, sebagai fakultas yang banyak mempelajari bioteknologi, tergerak untuk dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bioteknologi ini melalui acara workshop dan seminar bioteknologi yang diadakan di Kampus III Ubaya.

Acara yang disebut Biotech Camp : Introduction to Transformation dilakukan selama dua hari pada tanggal 24- 25 November 2007 kemarin. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari sekitar 15 SMA dari Surabaya dan sekitarnya tanpa dipungut biaya. Tujuan dari Biotech Camp adalah mengenalkan bioteknologi yang notabene baru kepada masyarakat, terutama siswa SMA yang memiliki potensi untuk mengembangkan ilmu tersebut. Dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, para peserta melakukan sendiri percobaan identifikasi genus bakteri dan transformasi plasmid ke dalam bakteri.. Transformasi ini digunakan untuk mengubah sifat bakteri yang sebelumnya tidak bercahaya menjadi dapat bercahaya.

Hal menarik yang terjadi adalah dari 10 kelompok yang melakukan transformasi, 8 kelompok berhasil mengubah bakteri menjadi dapat bercahaya. Hal ini menunjukkan bahwa pengubahan sifat bakteri ini dapat dilakukan dengan mudah oleh siswa SMA, melalui pengarahan yang tepat. Pengubahan sifat pada bioteknologi seperti membuat ikan menjadi bercahaya ataupun memperlambat pembusukan buah, menjadi terasa bukan hal yang mustahil lagi untuk dilakukan.

Selain itu, para peserta juga mengikuti seminar seputar percobaan tersebut bersama dosen-dosen dari Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya. Menurut para peserta, acara tersebut menarik untuk diikuti karena memuat topik yang lain daripada yang lain. Melalui acara ini, para siswa SMA menjadi lebih mengerti mengenai bidang bioteknologi. “Dulu, kalau dengar kata ‘biotek’, bayangan yang keluar paling kloning dan kultur jaringan. Tapi, ternyata masih banyak hal lain yang menarik di biotek”, tutur Felix, siswa SMAK St. Agnes Surabaya.

Di samping itu, acara ini tidak hanya mengandung materi serius seperti percobaan dan seminar. Banyak permainan dan games yang menyenangkan peserta sekaligus mengajarkan nilai-nilai yang diperlukan seorang siswa agar kelak dapat menjalani kehidupan kuliah dengan baik, seperti Four Years in Biotech yang mensimulasikan kehidupan kuliah di Ubaya sekaligus mengenalkan Fakultas Teknobiologi pada para siswa.”Seru banget. Jadi tambah tertarik dengan bioteknologi,” kata Hartadi yang mewakili SMAK St, Louis I Surabaya. Dengan format acara yang balance antara materi serius dengan sesi santai, para peserta menjadi enjoy dengan acara tersebut.”Kita jadi mengerti tentang bioteknologi dan aplikasinya dalam masyarakat. Pokoknya, nggak rugi deh sudah ikut”, sahut Ayu dari SMAN 6 Surabaya.