Gandeng Ubaya ISEI Gelar Seminar Pembangunan Daerah


  • 24-05-2012
  • Fadjar Efendy Rasjid

Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim    

Selasa, 22 Mei 2012
 
Gubernur Soekarwo saat Seminar "Integrasi, Sinergi dan Terobosan Pembangunan Daerah" di Gedung Fakultas Ekonomi Ubaya Selasa (22/5)Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bersama Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar Seminar “Integrasi, Sinergi dan Terobosan Pembangunan Daerah” di Gedung Fakultas Ekonomi Ubaya Selasa (22/5). 
 
Rektor Ubaya Prof Ir Joniarto Parung PSD mengatakan Ubaya sebagai stakeholder pemerintah berupaya mendukung program pembangunan daerah. Karena untuk membangun Jatim diperlukan sinergitas antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan akademisi.
 
"Seminar ini adalah bentuk dukungan kami pada pembangunan daerah di Jatim, semoga hasil seminar dapat memberi masukan pada Pemprov Jatim yang selama ini telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan pembangunan," katanya.
 
Dikatakannya, keberhasilan pembangunan daerah bukan hanya karena faktor ekonomi saja tetapi juga dari faktor jaminan keamanan, lahan, kemudahan prose perijinan, dan infrastruktur. “Peran akademisi juga diperlukan pemerintah guna mendapatkan metode yang sesuai kedaan saat ini,” tuturnya.
 
Dengan adanya integrasi dan sinergi, akan menciptakan terobosan-terobosan dalam program-program dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh daerah. Sehingga keberhasilan pembangunan daerah akan bermuara pada pembangunan nasional.
 
“Sinergi pembangunan ekonomi dan non ekonomi, khususnya faktor keamanan dalam menciptakan rasa nyaman dalam berusaha, mengembangkan jejaring sosial, memperkuat nilai-nilai kebudayaan, dan menciptakan kesantunan politik,” tuturnya.
 
Dalam Makalanya berjudul "Integrasi, Sinergi, dan Terobosan Pembangunan Jawa Timur Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo menyampaikan, Pemprov terus berupaya menurunkan disparitas antar wilayah dengan meningkatkan industri kecil. Pemprov juga berupaya menekan harga bahan pokok menjelang kenaikan BBM dengan mengintervensi memberikan subsidi biaya angkut dan melakukan operasi pasar sebagai langkah menurunkan disparitas.
 
“Upaya pemprov ini sebagai langkah kongkrit yang bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Negara harus hadir dalam menyelesaikan persoalan di tengah-tengah masyarakat”tandas pakde.
 
Pakde menjelaskan, luas tanah yang ditanam padi di Jatim sebesar 14.026.771 Ha mampu menghasilkan 13.556.865 ha. Per hektarnya 53 kwintal per hektarnya dan secara nasional sebesar 72.026.235 ton.
 
“Jatim kelebihan produksi padi sebesar 6,1 juta ton dengan ini Jatim akan menyumbang 5 juta ton untuk kebutuhan nasional. Untuk mendukung surplus padi pemprov membantu tiap kabupaten atau kota sebesar 5 miliar rupiah untuk perbaikan infrastruktur jalan desa sebagai sarana distribusi,” kata Pade Karwo
 
Ongkos distribusi akan naik apabila jalan desa tidak diperbaiki. Infrastruktur yang dibenahi oleh Pemprov sebesar 900 milyar yang nantinya bisa menekan biaya transportasi sehingga Produksi beras di Jatim tahun 2012 hingga bulan April surplus 13.978.973 ton.
 
Pakde mengungkapkan, Jatim adalah tempat yang sarat akan produk dalam negeri. Baik itu produksi pertanian hortikultura maupun produk dari UKM. “Jatim menolak impor masuk holtikultura dikarenakan petani holtikultura di Jatim sangat melimpah. Tujuan dari larangan impor ini untuk meningkatkan nilai tukar petani di Jatim. Saya ingin petani dapat menikmati jerih payahnya,” kata pakde. (hjr)
 
Sumber: http://www.JatimProv.go.id
Update: 24-05-2012 | Dibaca 12538 kali | Download versi pdf: Gandeng-Ubaya-ISEI-Gelar-Seminar-Pembangunan-Daerah.pdf