Dosen Ubaya Produksi Santan Bubuk Tahan Setahun, Siap Diproduksi Massal


  • 04-04-2012
  • Fadjar Efendy Rasjid
Dosen Ubaya Produksi Santan Bubuk
Tahan Setahun, Siap Diproduksi Massal
 
Malas memarut buah kelapa untuk mendapatkan santan? Kini kesulitan itu bakan teratasi. Ini dengan akan diproduksinya santan bubuk hasil penelitian dosen Teknik Kimia Universitas Surabaya (Ubaya), Ir Endang Srihari MSc, dan rekannya dosen Teknologi Pangan Farid Sri Lingganingrum SPt MSi.
 
LAININ NADZIROH
Wartawan Radar Surabaya
 
Santan bubuk karya kedua dosen ini sangat cocok bagi perempuan dan kaum ibu yang ingin memasak tapi malas memarut kelapa untuk mendapatkan santan. Denganbentuk berupa tepung bubuk dengan kadar lemak rendah, santan bubuk ini sangat praktis digunakan.
 
Pembuatan produk santan bubuk ini terinspirasi dari kepraktisan produk serupa bikinan Malaysia. Dari situ, kedua dosen tersebut melakukan riset sejak 2010 lalu.
 
"Kelebihan santan bubuk kami, terletak pada masa simpannya yang lebih lama yakni satu tahun. Selain itu, kadar lemaknyapun lebih rendah dari produk Malaysia, yakni 24 persen lebih rendah dibandingkan kadar lemak santan cair yang mencapai 35 persen," terang Endang.
 
Untuk proses pengolahan santan bubuk ini tergolong mudah. Buah kelapa yang telah diparut dan dicampur dengan air secukupnya, lalu diperas. Air santan kemudian dicampur dengan filler sebagai campuran pemgikat lemak dan penambah massa. Setelah itu, santan siap dipasteurisasi atau dipanaskan dalam spray dryer selama 15 menit hingga suhunya mencapai 65 derajat.
 
"Meski bisa disimpan setahun, kami jamin rasanya tidak berbeda dengan rasa dan kualitas santan kelapa yang asli," tambah Endang.
 
Dari satu butir kelapa, bisa menghasilkan sekitar 8 sachet santan bubuk kemasan 25 gram. Tiap sachet, dijual dengan harga Rp. 1.500. Sehingga, satu butir kelapa jika diolah maka bisa mendapatkan nilai ekonomis Rp. 12 ribu. Padahal, satu butir kelapa jika membeli dalam jumlah banyak ke petani, harganya bisa hanya Rp. 2 ribu saja. Hal ini membuat nilai ekonomis santan bubuk ini meningkat.
 
Produk santan bubuk karya dosen Ubaya ini, rencananya tak hanya sekadar menambah deretan karya riset Ubaya saja. Tetapi, bakal diproduksi secara massal.
 
Endang menyebut sudah ada investor yang melirik produk santan bubuk rendah lemak kreasi mereka.
 
Menurut rencana, produk santan bubuk yang memakan biaya riset hingga lebih dari Rp 50 juta ini akan diproduksi di Tulungagung. Pabrik di Tulungagung itu bakal memproduksi sekitar 1 ton kelapa per hari.
 
"Saat ini kami berdua masih melakukan riset lanjutan untuk menciptakan komposisi terbaik santan bubuk ini," terang lulusan Institut Pertanian Bogor ini. Produksi pabrik santan bubuk ini, rencananya akan mulai beroperasi tahun depan. "Kami sedang menyempurnakan penelitian ini. Juga, untuk mendesain alat produksi untuk pabriknya," lanjut Farid. (*/rie/jay)
 
Sumber : Radar Surabaya.
 

Bubuk Santan Rendah Lemak

 
SURABAYA, SURYA - Dosen teknik kimia Endang Srihari, dan dosen teknologi pangan, Farid Sri Lingganingrum, berhasil menciptakan santan bubuk rendah lemak.
 
Kadar lemak santan buatan dua dosen Ubaya ini, bisa tereduksi hingga 24 persen. Artinya, mereka yang memiliki kolesterol tidak perlu khawatir ketika mengonsumsi santan ini. "Kalau santan cair kandungan lemaknya bisa 35 persen," terang Endang, saat ditemui di Lab Kimia Ubaya, Senin (2/4).
 
Dosen perempuan ini bersama rekannya, Farid, terus menyempurnakan dan semakin mengurangi kadar lemak dalam santan. Keduanya memeras parutan kelapa menjadi santan hingga menjadi bubuk yang sangat halus seperti bedak.
 
"Kami merencanakan satu kemasan untuk sekali masak. Nanti satu sachet akan kami isi 20 gram," Kata Farid.
 
Di luar dugaan mereka, pihak industri mau melirik karyanya. Bahkan dalam waktu dekat, pihak ketiga ini sudah merencanakan mendirikan pabrik santan bubuk di Tulungagung dengan kapasitas produksi mencapai 1 ton per hari.
 
Menurutnya, setiap satu kelapa mempu menghasilkan 600 gram parutan. Jumlah ini bisa menghasilkan 210 gram bubuk santan. Atau satu kelapa mempu menghasilkan 10 sachet.
 
"Kalau santan cair tidak bisa bertahan lama. Paling sehari. Kalau santan bubuk lebih lama dan kualitas rasa santan juga tetap terjaga. Kita ubah dari santan menjadi bubuk dengan spray dryer. Ini seperti membuat bedak atau serbuk makanan pada umumnya," kata Endang.
 
Ide membuat santan bubuk ini muncul saat Endang jalan-jalan ke Malaysia 2008 lalu. Ada produk santan bubuk yang dijual. Setelah itu muncul juga produk yang sama. Tapi, di Jatim tidak ada. Akhirnya mereka meneliti langsung dan dilirik oleh pihak ketiga.
 
Meski tidak terlalu sulit, namun membuat santan bubuk ini harus teruji secara empiris dan penelitian di laboratorium. Dengan dukungan alat spray dryer di laboratorium teknik kimia, santan bubuk bisa diciptakan. Parutan kelapa diperas dengan dicampur air secukupnya.
 
Kemudian, hasil perasan berupa santan itu dilakukan proses filler. Lantas dilakukan pasteurisasi (pemanasan) dengan suhu 65 derajat. Beberapa saat kemudian dilakukan pembubukan dengan spray dryer. (fai)
 
Sumber: Surya
 
 
Santan Bubuk Mulai Dilirik Industri
 
Surabaya- Santan bubuk yang diciptakan dua dosen Universitas Surabaya (Ubaya) dilirik industri. Pertengahan tahun mendatang, pabrik santan bubuk siap didirikan dan berproduksi.  
 
Dosen Teknik Pangan Ubaya, Farid Srilingga mengatakan pabrik tersebut nantinya akan didirikan di Tulungagung.  
 
"Sesuai dengan MoU yang sudah dilakukan, kapasitas produksinya mencapai 1 ton santan bubuk per hari," kata Farid ketika ditemui di Ubaya, Senin (02/04).  
 
Seperti diberitakan sebelumnya, santan bubuk ini merupakan kreasi bentuk santan. Jika selama ini sudah dikenal santan cair langsung pakai di pasaran, santan bubuk ini memiliki sejumlah kelebihan. Diantaranya adalah kandungan lemak yang lebih rendah.  
 
Di santan cair, kandungan lemaknya mencapai 35,63%. Sedangkan santan bubuk hanya 24,69%. Karena berbentuk bubuk, penyimpanan santan ini juga bisa lebih lama, mencapai satu tahun apalagi jika diolah dan di kemas dengan baik.  
 
Dosen Teknik Kimia Ubaya yang menelurkan ide santan bubuk ini, Endang Srihari menambahkan, produk yang mereka ciptakan awalnya hanya untuk eksperimen dan kemudian dipresentasikan di Seminar Nasional di Universitas Diponegoro Semarang.  
 
"Kalau bahan bakunya 600 mili liter santan cair, yang jadi bubuk hanya 30 persennya," tutur Endang. Namun jika sudah masuk ke industri, Ia yakin produksinya akan lebih besar lagi karena alat yang digunakan juga lebih baik.  
 
Keduanya mengatakan, sampai saat ini di Indonesia belum ada yang memproduksi santan bubuk.  
 
"Saya dapat ide justru pas ke Malaysia dan melihat ada santan bubuk ini," ujarnya. Cara pengolahannya, santan bubuk cukup dicampur dengan air dan kemudian diolah ke masakan atau kue dan minuman.  
 
Oleh: Anggraenny Prajayanti-Editor: Vivi Irmawati
 
Sumber: http://www.centroone.com/
 
 
Buatan 2 Dosen Ahli Kimia Ubaya, Diteliti Sejak 2010
Asyik! Ada Santan yang Rendah Lemak, Aman Dong
 
LENSAINDONESIA.COM : Selama ini jika sehari hari akrab dengan yang namanya santan cair dan dijual di pasaran, ternyata juga ada santan yang disajikan serta disajikan secara bubuk. Ternyata belum banyak perusahaan yang memproduksi santan bubuk.
 
Itulah yang melatarbelakangi dua dosen Universitas Surabaya (Ubaya) untuk membuat santan bubuk. Namun, bukan berarti hanya santan biasa, melainkan santan bubuk yang rendah lemak.
 
“Ini juga tuntutan masyarakat yang makin modern dan serba praktis, apa lagi ibu ibu,” kata Farid Sri Lingganingrum, SPt, Msi, Senin (02/04) siang.
Farid Sri Lingganingrum dan Ir. Endang Srihari, MSc melakukan penelitian tentang pembuatan santan tersebut pada tahun 2010.
 
Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata kandungan lemak yang sebelumnya 35,6 persen menjadi 24,64 persen.
“Kebetulan Ubaya juga sudah memiliki spray drayer sendiri yang bisa mengubah cairan jadi bubuk,” kata Ir. Endang Srihari.
 
Kedua dosen teknik kimia Ubaya itu menambahkan bahwa santan bubuk buatannya tidak akan mengendap bila dibandingkan produk serupa yang ada di pasaran.
“Selain itu bisa praktis, waktu simpan lebih lama daripada santan cair yang hanya sekali pakai,” kata Endang.
Karya santan bubuk inipun sudah dilirik pihak swasta yang mau memproduksi secara massal. @dhimas
 
Editor: Rizal Hasan
 
Sumebr: http://www.lensaindonesia.com/
Update: 04-04-2012 | Dibaca 21423 kali | Download versi pdf: Dosen-Ubaya-Produksi-Santan-Bubuk-Tahan-Setahun--Siap-Diproduksi-Massal.pdf