Olahraga Dan Makan Teratur Kunci Atasi Diabetes


  • 20-07-2010
  • Fadjar Efendy Rasjid

Salah satu penyakit yang menghantui masyarakat sekarang ini yaitu diabetes. Setiap tahunnya, tujuh juta orang didiagnosa terkena Diabetes Mellitus dan 88.000 diabetisi diamputasi. Parahnya, saat ini Indonesia menduduki peringkat keempat dalam hal jumlah penderita diabet mellitus. Indonesia telah menjadi pabrik gula dalam bentuk orang. Berbagai reaksi terjadi saat seseorang divonis menderita diabetes, mulai takut hingga jengkel. Minum obat seumur hidup bukanlah hal yang menyenangkan tetapi menjengkelkan.

Diabetes bukanlah penyakit orang kaya saja. ”Tidak peduli siapa saja, tua muda, kaya miskin, penyakit gubernur pembantu rumah tangga, diabetes berkemungkinan datang,” kata dr Dany Irawan SpPD selaku narasumber di acara Seminar Seri Edukasi Masyrakat Awam ”Komplikasi Diabetes Mellitus Pelan... tapi Pasti” yang diadakan oleh Pusat Informasi Obat dan Layanan Kefarmasian (PIOLK) Ubaya pada 17 Juli 2010. Tak hanya diderita orang yang sudah berumur, penyakit ini juga dapat terjadi pada individu yang masih muda.

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal akibat gangguan metablisme glukosa, kekurangan hormon insulin atau kerja hormon insulin terganggu. Diabetes timbul karena faktor keturunan ataupun faktor lingkungan, terutama gaya hidup. ”Saya penderita diabetes karena keturunan dari ibu. Ibu saya bertahan selama 31 tahun. Ketika koma, badannya tidak dibolak-balik, ketika dibalik, punggungnya berlubang,” kata Direktur PPA Ubaya, Drs ec Eko Pudjo Laksono.

Penyakit yang berbahaya ini ditandai dengan gejala lemas, cepat lelah dan mengantuk, luka sulit sembuh, gatal-gatal terutama di sekitar kemaluan, gangguan penglihatan, banyak buang air, makan, minum, dan turunnya berat badan berlangsung dengan sangat perlahan. ”Analoginya orang pelan-pelan menjadi kaya atau miskin tidak akan terasa. Badan pelan-pelan beradapatasi sehingga tak terasa,” ungkap Dany yang terkenal sebagai ’bapak diabetes’. Orang dapat beresiko tinggi menderita DM jika berumur lebih dari 45 tahun, gemuk dimana lingkar pinggang lebih dari 80 cm (untuk cewek) dan lebih dari 90 cm untuk cowok, melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari empat kg, dan aktivitas fisik yang rendah.
 
Apa yang terjadi jika seseorang menderita DM? Terguncang jiwanya, memberontak, tawar-menawar, sedih dan depresi. Dalam jangka waktu lama, diabetes bisa menyebabkan komplikasi yakni gangguan jantung, ginjal, stroke, kebutaan, atau luka membusuk yang harus diamputasi. Ketika disinggung tentang makan durian atau makanan apa yang boleh dimakan bagi penderita diabetes, menurut Dany, tak ada larangan. "Berikan mereka kesempatan untuk menjadi tuan atas dirinya sendiri. atau potongan buah," ujarnya.

Diabetes mengerikan tetapi bisa dikendalikan. Di depan 120 orang awam itu, dokter internist salah satu rumah sakit swasta di Surabaya itu memberikan satu kunci yakni A (A1C atau kendalikan gula darah), B (blood pressure), C (Cholesterol). Mengendalikan gula darah dapat dilakukan dengan minum obat secara teratur dan sesuai petunjuk dokter. ”Seringkali pasien menambah dosis atau mengurangi dosis tanpa ijin dokter. Bahkan saat tidak mucul gejala atau kondisi membaik, pasien berhenti minum obat. Sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu,” tukas pria berkaca mata itu.
 
Jaga mulut juga patut dilakukan. ”Konsumsilah makanan yang sehat. Durian itu buah yang sehat tetapi mengandung kalori yang tinggi. Hitunglah asupan kalorinya, seberapa banyak Anda bisa makan,” tambah  Dany. Dany juga mengungkapkan kalau porsi makan sehat juga harus diimbangi dengan pola olahraga teratur. "Setidaknya bila pola makan sudah dijaga, lakukanlah olahraga selama 30 menit non stop,” ungkapnya. Ingat, periksalah ke dokter secara teratur! Bagi yang tidak menderita DM, teruskan gaya hidup sehat seperti olah raga, hindari stres dan terapkan pola makan sehat. (rin/wu)
 

Update: 20-07-2010 | Dibaca 13167 kali | Download versi pdf: Olahraga-Dan-Makan-Teratur-Kunci-Atasi-Diabetes.pdf