Pandemi, E-Commerce Tumbuh Pesar


  • 18-08-2020
  • Hayuning Purnama Dewi
Ajak Pelajar Berinovasi lewat Digitalpreneur
 
"Para pelajar harus bisa menangkap peluang tersebut. Situasi pandemi yang mensyaratkan lebih sedikit kontak fisik memang menjadi hambatan sekaligus membuka peluang." - Ir. Benny Lianto MMBAT, Rektor Ubaya
 
SURABAYA, - Kondisi pandemi Covid-19 membatasi mobilitas semua orang. Meski begitu, peluang masyarakatu tuk berkarya sangat bsear. Khususnya memanfaatkan teknologi informasi (TI).
 
Karena itulah, Program Studi (Prodi) Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Univesitas Surabaya (Ubaya), bersama Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (Apvokasi) Pengurus Jawa Timur mengadakan IT Preneur Festival 2020. Tema yang diusung adalah Pelajar Jatim Unggul, Tangguh, Inovatif, dan Kreatif Songsong Era New Normal.
 
 
Ketua Panitia IT Preneur Festival 2020 Mohammad Farid Naufal menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya peningkatan jumlah entrepreneur berbasis teknologi informasi (IT-Preneur atau digitalpreneur). "Kegiatan ini dibuka untuk masyarakat umum. Khususnya pelajar," katanya.
 
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, tercatat ada lebih dari satu juta pelajar SMA/SMK/MA di 38 kabupaten/kota. Jumlah tersebut merupakan angka yang potensial untuk digodok menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul. "Khususnya di bidang teknologi informasi," ujar dosen Prodi Teknik Informatika Ubaya tersebut.
 
Naufal mengungkapkan, banyak kegiatan dalam IT Preneur Festival. Salah satunya, talkshow dan workshop yang berlangsung pada 10-25 Agustus. Puncak event tersebut adalha business plan competition (BPC) bagi pelajar SMA/SMK/MA. Babak final diadakan pada 8 September. "Semuanya berlangsung secara daring (online)," tegasnya.
 
Kemarin peresmian IT Preneur Festival 2020 dihadiri tiga narasumber. Yaitu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Jatim Kurniawan Harry, Ketua Apvoasi Jatim Jamhadi, dan Rektor Ubaya Benny Lianto.
 
Kurniawan menuturkan, ketika revolusi industri 4.0 sudah merambah setiap kehidupan manusia, diharapkan industri makin efisien. Namun, ada risiko SDM diganti mesin atau robot. Sebab, penerapan teknologi cerdas berbasis TI turut memengaruhi berbagai bidang kehidupan manusia. "Pertumbuhan ekonomi terbesar Jatim terjadi pada bidang informasi dan komunikasi. Artinya, Jatim siap menyongsong era 4.0," tuturnya.
 
Di Jatim, lanjut dia, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat besar. TI bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan UMKM. Dengan begitu, proses produksi, promosi, dan distribusi dapat dipercepat dan dibuat efisien. "Saya mengapresiasi Ubaya dan Apvokasi Jatim yang menggelar IT Preneur Festival 2020 dalam menyongsong era new normal. Ini akan berdampak positif terhadap masyarakat Jatim, khususnya pelajar," ujarnya.
 
Benny menyatakan, kerja sama Prodi Teknik Informatika Ubaya dengan Apvokasi Jatim sangat bagus. Teknologi informasi memang bakal menjadi kekuatan yang sangat penting dalam membentuk SDM unggul. Sebab, berbagai proses bisnis dan konektivitas Industri saat ini sangat bergantung dengan sistem informasi berbasis komputer. "Para pelajar harus bisa menangkap peluang tersebut. Situasi pandemi yang mensyaratkan lebih sedikit kontak fisik (less contact) memang menjadi hambatan sekaligus membuka peluang," ungkapnya.
 
Dia menambahkan, tujuan Ubaya meyelnggarakan IT Preneur Festival adalah mencetak sejuta IT-Preneur dan Creativepreneur. Sebab, potensi ekonomi digital sangat besar. Pada masa pandemi, e-commerce tumbuh pesat dengan rata-rata pertumbuhan naik 20 persen per bulan. Bahkan meningkat hingga Rp 36 triliun pada April lalu. "Ini kerja besar yang bisa terwujud berkat sinergi dengan berbagai pihak," ujarnya. (ayu/c14/dio)
 
Sumber: Jawa Pos, 12 Agustus 2020
Update: 18-08-2020 | Dibaca 273 kali | Download versi pdf: Pandemi--E-Commerce-Tumbuh-Pesar.pdf