Kondisi Ekonomi Setelah Covid-19 Berlalu: New Normal


  • 20-05-2020
  • Hayuning Purnama Dewi

Pembahasan soal Covid-19 memang tidak ada habisnya. Ya, pandemi yang berdampak multisektoral ini memang sedang menjadi buah bibir yang hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Pasalnya, di tengah isu ketidakpastian ekonomi yang melanda entrepreneur ataupun awam harus memutar otak bagaimana caranya untuk bertahan di masa-masa pandemi ini. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Surabaya (LPPM Ubaya) mengadakan Webinar Seri Edukasi Masyarakat Menghadapi Covid-19.

“Seri edukasi ini diberikan karena ada dampak pandemik yang luas, tidak hanya pada kesehatan fisik namun juga kesehatan psikis, serta bisnis dan keuangan kita,” tukas Prof. Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., selaku Ketua LPPM Ubaya.

Sesi pertama webinar tersebut diadakan pada tanggal 12 Mei 2020, dan mengundang Dr. Deddy Marciano S.E., M.M., CSA., CBC., selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya. Pada kesempatan kali ini, beliau membawakan topik “Strategi Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19”. Acara dihadiri setidaknya oleh 90 peserta dari berbagai kalangan, baik akademisi maupun praktisi. 0

“Pandemi ini bukan pandemi pertama,” buka Deddy di awal seminarnya. Ia pun menjelaskan berbagai pandemi yang sempat dialami dan dilalui oleh umat manusia. Dalam kesempatan ini, ia membahas bahwa adalah hal yang wajar bila manusia berharap pandemi segera dilalui. “Tetapi, jangan berharap kita akan kembali normal. Kita akan menuju normal yang baru. New normal,” tegasnya.

Ia memulai pembahasan tentang krisis ekonomi. Krisis ekonomi umumnya disebabkan karena pengelolaan hutang yang buruk. “Tetapi berbeda krisis ekonomi di tahun 2020 ini. Akarnya bukan masalah ekonomi, namun lebih kepada krisis kesehatan,” jelasnya. Pandemi SARS di tahun 2002, dan pandemi Ebola di tahun 2014-2016 tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi. Berbeda dengan Covid-19. “Lembaga keuangan dunia seperti IMF dan JP Morgan memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2020 akan negatif,” jelasnya.

Namun Deddy berkata bahwa untuk pelaku bisnis dan awam tidak perlu khawatir. Jika masyarakat Indonesia masih memiliki optimisme yang cukup tinggi. “Kalau banyak yang optimis, kita akan segera keluar dalam krisis. Pandemi akan mengubah perilaku bisnis, dan tidak akan kembali ke jaman sebelum pandemi,” jelasnya. Ia pun menekankan bahwa untuk bertahan, apapun posisi dan pekerjaan kita harus beradaptasi. “Yang beradaptasi akan bertahan,” tutupnya. (sml)

Update: 20-05-2020 | Dibaca 970 kali | Download versi pdf: Kondisi-Ekonomi-Setelah-Covid-19-Berlalu--New-Normal.pdf