Internasionalisasi Perguruan Tinggi Jangan Terhalang Pandemi Covid-19


  • 14-05-2020
  • Hayuning Purnama Dewi
Persiapan internasionalisasi perguruan tinggi tetap wajib dilakukan meski di tengah pandemi Covid-19. Dikupas Universitas Surabaya (Ubaya) pada seminar online.
 
Seminar online: Tantangan dan Prospek Internasionalisasi Perguruan Tinggi Indonesia di Masa Pandemik Covid-19, Selasa (12/5/2020) digelar Ubaya, membahas persiapan internasionalisasi perguruan tinggi di tengah pandemi Covid-19.
 
Webinar ini digelar Universitas Surabaya (Ubaya) sebagai bagian dari Ubaya Webinar Covid-19 Series yang diselenggarakan Direktorat Kerjasama Kelembagaan Ubaya, dengan menghadirkan nara sumber, Adhrial Refaddin, S.I.P., M.P.P., Sub Koordinator Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemendikbud Republik Indonesia dan Adi Tedjakusuma B.Bus., M.Com., Direktur Kerja Sama Kelembagaan Ubaya.
 
Adhrial Refaddin, S.I.P., M.P.P., pada paparannya menyampaikan bahwa internasionalisasi selama masa pandemi Covid-19 digambarkan sama halnya dengan mempersiapkan diri ketika ingin pergi wawancara kerja yang tertunda.
 
Ada berbagai hal yang dipersiapkan untuk memaksimalkan penampilan serta pengetahuan sebelum wawancara dimulai. Begitu pula perguruan tinggi yang diberikan waktu untuk merencanakan program dan memformulasikan strategi internasionalisasi di perguruan tinggi masing-masing.
 
“Apa saja yang perlu dipersiapkan selama masa pandemi Covid-19? Pertama, ini waktunya perguruan tinggi mulai rebranding internationalization. Misalnya, mengubah platform komunikasi menjadi online. Kedua, mengevaluasi kembali kebijakan dan mendesain ulang tindakan strategis perguruan tinggi. Ketiga, mengidentifikasi mitra kerjasama perguruan tinggi dan mahasiswa yang potensial serta membuat program yang dapat mencapai tujuan bersama,” terang Adhrial.
 
Kondisi yang terjadi saat ini, tambah Adhrial bukan akhir dari internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Beragam cara dapat dilakukan selama pandemi Covid-19 yang nantinya menjadi hal normal bagi internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia.
 
Kegiatan pertama yang dapat dilakukan yaitu internationalization at home. Kegiatan selanjutnya ada mobility without movement yaitu mobilitas yang dapat dilakukan tanpa menghadirkan seseorang secara langsung.
 
Berikutnya, melakukan transformasi pembelajaran menggunakan kemajuan teknologi yang relevan. Kemudian yang terakhir sesuai dengan tujuan Kampus Merdeka bahwa perguruan tinggi saat ini diharapkan mampu membina dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan dibutuhkan oleh sektor publik atau industri.
 
Adi Tedjakusuma B.Bus., M.Com., sebagai nara sumber selanjutnya menyampaikan tentang langkah dan tindakan yang telah dilakukan Ubaya menghadapi internasionalisasi perguruan tinggi saat pandemi Covid-19.
 
Melalui bagan yang ditampilkan, pembahasan Adi dibagi menjadi beberapa bagian yaitu kegiatan Pre-Covid-19, Current State, dan New Normal and Challenges.
 
Bagaimana kondisi pembelajaran setelah wabah ini usai? Ini merupakan kondisi dan tantangan bagi perguruan tinggi. Setelah wabah selesai, penilaian pemerintah atau kementerian yang terkait internasionalisasi mungkin bisa berubah khususnya tentang mobility without movement.
 
“Setelah Covid-19 masuk ke Indonesia atau current state, beberapa rencana kegiatan internasionalisasi Ubaya mulai dirubah dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Hal pertama yang bisa kita lakukan yaitu memastikan kondisi mahasiswa asing dan selalu update perkembangan dan peraturan pemerintah. Kemudian, mulai mengadakan pembelajaran secara online serta membuat program webinar sessions. Kita juga membatalkan program pertukaran mahasiswa untuk bulan Agustus, melakukan Work From Home (WFH), dan memaksimalkan komunikasi secara online dengan mitra perguruan tinggi,” ujar Adi.
 
Ubaya Webinar kali ini diikuti oleh 55 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan merupakan seri yang akan dilanjutkan dengan seminar-seminar lainnya secara daring dengan memanfaatkan fasilitas internet, di masa pandemi Covid-19 ini.(tok/iss)
 
Sumber:suarasurabaya.net
Update: 14-05-2020 | Dibaca 517 kali | Download versi pdf: Internasionalisasi-Perguruan-Tinggi-Jangan-Terhalang-Pandemi-Covid-19.pdf