Berawal Alergi, Christine Maria Tergerak Bikin Sabun Alami


  • 14-12-2019
  • Hayuning Purnama Dewi
RUANGAN berukuran 3 x 3 meter di salah satu rumah di Delta Golf Citraland Surabaya dipenuhi berbagai peralatan bejana dan aneka bahan cair.
 
Tidak ada peralatan mesin atau bahan kimia di tempat praktik pembuatan sabun alamiah ini.
 
Ya, karena hampir semua bahan baku sabun ini berasal dari bahan natural. Sabun yang lebih dari sekadar menyehatkan, tetapi juga memberi manfaat bagi seluruh anggota tubuh.
 
Produk sabun mandi inilah yang menjadi jawaban dari keresahan sebagian besar orang, ketika sabun konvensional saat ini yang sudah dipenuhi bahan kimia.
 
Melalui sentuhan kreativitas tangan Christine Maria, semua bahan-bahan antikimia 'berubah' menjadi sabun natural.
 
Tidak saja menyehatkan, tetapi juga melahirkan sabun unik, cantik, dan menarik.
 
"Saya awalnya seperti alergi dan gatal di kulit hingga susah diobati. Saya pun tergerak membuat sabun sendiri dengan bahan baku yang sesuai tubuh. Ternyata sabun konvensional bisa berdampak serius," kata Soap Crafter, Christine, Jumat (6/12).
 
Pada 2016, alumnus Ubaya ini mulai bikin sendiri sabun. Di luar dugaan, kemampuan membuat sabun ini bikin ketagihan.
 
Apalagi dengan bahan baku yang menyesuaikan komposisi kulit, sabun buatannya mulai dipakai saudara.
 
"Semula, sabun ini saya bagikan dan cocok. Dari mulut ke mulut hingga natural soap saya disukai. Saya jarang menjual online tetapi lebih ke getok tular begini," terang perempuan berkulit bersih ini.
 
Keinginan membuat sabun sendiri, ia awali dengan berusaha keras mendapat ilmu membuat sabun sendiri di Jakarta. Menekuni semacam kursus dan berhasil membuat sabun sendiri.
 
Bahkan, tidak sekadar bikin sabun polos. Namun mulai dikembangkan dengan berbagai hiasan menarik dan cantik.
Bahan baku sabun sendiri, terdiri asam lemak dari minyak nabati hingga minyak zaitu.
 
Kemudian dicampur alkali dan natrium hidroksida (NaOH) hingga menghasilkan sabun.
 
"Tidak butuh waktu lama hanya perlu sedikit ketelitian saja agar produknya bagus. Sebab saya membuatnya full handmade," kata pemilik Puffy Bunny Soap ini.
 
Dalam waktu kurang dari satu jam, perempuan ini mampu menghasilkan produk sabun.
 
Sesuai Pesanan
Kini, banyak pesanan diterima Christine. Tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari Jakarta, Jogjakarta, Banjarmasin, hingga kota-kota di Sumatera.
 
Karena sifatnya custome, pemesan bisa memesan model apa saja. Ada motif bunga, hewan, pemandangan, hingga kue tar.
 
"Semua bisa dibikin. Kalau hewan bisa dengan stempel," kata Christine, yang merasa diuntungkan era gadget dan banyaknya jasa pengiriman.
 
Harga sabun natural bikinannya memang tergolong tidak murah. Satu biji sabun paling murah Rp 50.000, dan ia tidak melayani pesanan bijian. Tetapi, harus per lok atau batang panjang. Atau bisa untuk delapan biji sabun, sekitar Rp 450.000.
 
"Kesannya memang mahal. Tetapi kalau melihat bahan dan kegunaan, sabun ini cukup dan layak dengan nilai harga seperti ini," ucap Christine.
 
Sumber: Surya.co.id
Update: 14-12-2019 | Dibaca 778 kali | Download versi pdf: Berawal-Alergi--Christine-Maria-Tergerak-Bikin-Sabun-Alami.pdf