Indonesia Butuh Lebih Banyak Entrepreneur


  • 06-11-2019
  • Hayuning Purnama Dewi
SURABAYA - “Saya ingin di Indonesia tumbuh lebih banyak lagi entrepreneur. Sebab, negara maju karena ditopang banyaknya wirausahawan. Di Indonesia, entrepreneur kurang dari 1,5 persen. Padahal negara maju seperti Amerika Serikat sebanyak 7 persen. Bahkan China jumlahnya mencapai 10 persen,”.
 
Itulah kalimat yang diucapkan pengusaha sukses di Indonesia, Chandra Putra Negara. Menurutnya, Indonesia masih butuh banyak lagi, entrepreneur agar negara bisa kuat dan bersaing dengan negar lain. “Saya bisa tunjukkan dan bisa mengajarkan bagaimana cara menjadi entrepreneur yang sukses,” kata pria kelahiran Surabaya, 21 Desember 1976 tersebut.
 
Meski terlahir dari keluarga yang dibilang mampu, tapi Chandra memilih untuk mandiri di usia 17 tahun atau ketika masih sekolah. Chandra melanjutkan pendidikannya di Universitas Surabaya (Ubaya) tahun 1994. Semasa kuliah, usaha ayahnya mengalami masalah. Demi meringankan beban orang tuanya, Chandra memutuskan buat menjadi guru les agar mendapatkan uang tambahan. 
 
Saat mengajar les itulah, Chandra tahu tentang bisnis multi level marketing(MLM) dari muridnya. Dia pun berkenalan dengan Bentek Hijani, salah seorang Crown Star Director (CSD) KK Indonesia. Saat menapaki kariernya, Chandra mengalami masa-masa sulit ketika menginjak usia 22 tahun. Ibunya sakit-sakitan dan usahanya ayahnya bangkrut. “Waktu itu usaha ayah saya bangkrut kena krisis moneter. Ayah saya terlilit hutang Rp500 juta. Uang Rp500 juta saat itu sangat besar sekali,” ujar Chandra.
 
Tak mau meratapi nasib, Chandra bangkit kembali. Bisnis MLM yang sempat ditinggalkannya ditekuninya lagi. Diapun bekerja keras selama di perusahaan KK Indonesia. Perjuangan yang dilakukan Chandra tidak sia-sia. Dia berhasil mewujudkan mimpinya menjadi Diamond Star Director setelah 10 bulan. Tak hanya itu, Chandra juga berhasil melunasi sisa utang orang tuanya. “Kisah sukses hidup saya, saya bagikan lewat buku dan channel aku YouTube,” ujar Chandra.
 
Penggemar olah raga Taekwondo ini sudah menulis buku yang berjudul Badai Pasti Berlalu. Buku ini mengisahkan hidupnya mulai dari pengalaman pahitnya hingga akhirnya sukses seperti sekarang. Selain itu, dia juga berbagi pengalamannya di YouTube lewat channel SuccessBefore30. Di situ dia membagikan tips-tips seputar menjadi sukses dan financial management. “Selain sebagai pengusaha, saya juga seorang motivator,” terangnya.
 
Diketahui, Chandra memiliki sebanyak enam perusahaan dibawah naungan CPN Group of Companies. Perusahaan itu antara lain, C.S Director KK Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang direct selling ( Anggota APLI ke 53) di bidang health food and care, skin care dan consumer goods. Perusahaan ini membawahi lebih dari 1 juta reseller yang tersebar di 34 propinsi dan memiliki 50 kantor cabang. 
 
Lalu, CPN Training dan consulting yang bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis dan kehidupan berupa private coaching untuk business owner, konsultasi di bidang manajemen, corporate training serta in house training untuk institusi, universitas dan corporate.  CV Graha Kencana Interior yang bergerak di bidang wallpaper, curtain, mebel dan interior lainnya. SB30 Store yang bergerak di bidang pakaian jadi, merchandise, serta semua brand SB30. 
 
Selanjutnya, CPN Media yang bergerak di bidang media online, media.digital, social media content dan membawahi 3 channel Youtube ( Success Before 30, SB30 health dan Teknobie). Terakhir CPN Publishing yang bergerak di bidang penerbitan, percetakan dan distribusi buku. Baru-baru ini, Chandra juga bekerjasama dengan YouTuber Atta Halilintar mendirikan AHHA Store Surabaya. Store ini bergerak di bidang penjualan hoodie, bandana, t-shirt dan produk fashion dari Atta Halilintar. (kbc9)
 
Sumber: kabarbisnis.com
Update: 06-11-2019 | Dibaca 50 kali | Download versi pdf: Indonesia-Butuh-Lebih-Banyak-Entrepreneur.pdf