Dua Emas Dan Satu Perunggu


  • 03-09-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

Mahasiswa Ubaya di Ajang Wushu Internasional

SURABAYA – Natalie Chriselda Tanasa sukses membawa pulang dua medali emas dan satu perunggu dalam ajang FISU World University Wushu Championship 2018 di Macau pada 2–5 Agustus. Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) itu ingin menjajal lagi ajang SEA Games, bahkan Asian Games.

Natalie mempraktikkan kebolehannya kemarin (30/8). Dia menjadi tontonan mahasiswa lain di kampus Ubaya. Selesai beraksi, dia menjelaskan bahwa dua medali emas itu diperoleh dari nomor jianshu (pedang) dan tinju utara. Perunggu didapat dari nomor qiangshu. Dia bersaing dengan para atlet wushu dari berbagai universitas di dunia. ”Kurang lebih ada 50 peserta dari berbagai negara,” kata dara 24 tahun tersebut.

Prestasi tersebut membuat Natalie bangga. Sebab, perempuan kelahiran 22 Desember 1993 itu mengharumkan nama kampus di kancah internasional. Natalie mengaku telah mempersiakan diri selama dua bulan. Yakni, satu bulan berlatih di Indonesia dan satu bulan lagi di Tiongkok. Berkat kerja kerasnya, dia berhasil membawa pulang prestasi yang moncer.

Natalie senang bisa membuktikan bakatnya di wushu. ”Usia 10 tahun sudah ikut Kejurnas Junior,” ujar gadis yang pernah menyabet medali perunggu di SEA Games 2013 tersebut. Natalie ingin kembali mengikuti SEA Games, bahkan Asian Games. ”Kalau diberi kesempatan lagi, saya senang,” ujarnya. (ayu/c20/roz)

Jawa Pos, 31 Agustus 2018

Update: 03-09-2018 | Dibaca 435 kali | Download versi pdf: Dua-Emas-Dan-Satu-Perunggu.pdf