Gerbang Lapangan Kerja Dan Wisata


  • 01-08-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

Program Desa Eko Wisata Perhiasan Perak Batan Krajan

MOJOKERTO – Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menerima tim rombongan program pengabdian masyarakat Universitas Surabaya (Ubaya), terkait Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Desa Eko Wisata Perhiasan Perak Batan Krajan, Rabu (28/6) di ruang Satya Bina Karya.

“Pemrintah Kabupaten Mojokerto mengapresiasi dan terimakasih pada tim Ubaya, karena telah menjadikan Kabupaten Mojokerto khususnya Desa Batan Krajan menjadi tujuan PPDM. Sebisa mungkin program ini harus berkesinambungan dan bersinergi,” kata wabup dalam sambutannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi cenderung melambat. Adanya kegiatan ekonomi baru, diharpakan mampu menciptakan lapangan kerja.

“Upaya penciptaan aktivitas ekonomi baru, dapat dilakukan dengan pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif. Namun diperlukan juga inovasi dan kretifitas di tubuh UMKM khususnya sektor industri kerajinan, agar mendongkrak ekonomi”, tambahnya.

Ketua LPPM Ubaya, Anton Anggoro, dalam sambutannya menerangkan bagaimana agar capaian program ini bisa berhasil dengan menggunakan sebuah pendekatan.

“Saat ini Desa Batan Krajan menjadi sasaran untuk dijadikan desa ekowisata khususnya pada kerajinan perak. Tentu saja untuk mencapainya, perlu sebuah pendekatan yakni triple helix (perusahaan, pemerintah dan lembaga akademis) untuk kerjasama”, jelas Anton.

Selanjutnya Kumaru Sadama Putra selaku Ketua PPDM, menerangkan jika kerajinan perhiasan perak Batan Krajan merupakan ujung tombak perbuka pintu gerbang meningkatkan wisata dan perekonomian masyarakat. “Dengan menjadikan Desa Batan Krajan sebagai desa ekowisata, terbuka pula peluang lapangan usaha dan penghasilan untuk masyrakat desa,” papar Kumaru. (tik)

Radar Mojokerto, 29 Juni 2018

Update: 01-08-2018 | Dibaca 248 kali | Download versi pdf: Gerbang-Lapangan-Kerja-Dan-Wisata.pdf