Ubaya Peringkat Ke-2 Tertinggi Penerimaan Dana Hibah Pengabdian Se-Jawa Timur


  • 16-04-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

Penelitian dan publikasi ilmiah merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan. Penelitian dan pengabdian merupakan kegiatanyang tidak terpisahkansebagai tenaga pendidik. Hasil penelitian ilmiah yang tidak di publikasikan hanya akan menjadi tumpukan dokumen yang tidak terpakai. Terlebih lagi penelitian merupakan penentu utama bagi akrdeditasi universitas.

Hal ini yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan Sosialisasi dan RodshowPanduan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat edisi XII Tahun 2018 oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Selasa 10/04/2018 di Ruang Rapat Pimpinan lt.2 FBE. Acara yang diikuti oleh gabungan dosen Jurusan Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi, dipandu langsung oleh Dr. Drs. A.J. Tjahjoanggoro, M.Si. Ketua LPPM, Gunawan, S.Si., M.B.A., Ph.D. , Tang Hamidy, A.M, Utomo, S.S., Kartika Erawati, S.E. sebagai pembicara.

Pada sosialisasi ini,Gunawan, S.Si., M.B.A., Ph.D menyampaikan perkembangan pengabdian dan penelitian di masyarakat mengalami perkembangan yang begitu signifikan. Untuk 2018 dosen yang lolos hibah pengabdian 17 orang. Ranking ini dapat dipertahankan selama 3 tahun. Berkat hal itu pula, Ubaya menjadi peringkat ke dua perguruan tinggi se-Jawa timur untuk pengabdian di masyarakat, dari 300 perguruan tinggi yang ada.

“Kita patut beryukur atas pencapaian yang universitas peroleh. Kontribusi dari FBE mengambil cukup banyak peran pada pengabdian ini. Namun kita tidak boleh mudah berpuas diri, karena tanggung jawab kita terhadap hibah ini sangat besar,”ungkap Gunawan, S.Si., M.B.A., Ph.D.

Adapun sosialisasi mengenai panduan penelitian dan pengabdian masyarakat edisi XII Tahun 2018 diberikan kepada seluruh fakultas di Ubaya. Mengingat banyaknya perubahan sistem, dan informasi yang di berikan oleh Kemenristek Dikti mengenai panduan penelitian. Kebijakan terbaru Kemenristek Dikti 2018 bahwa, uploadproposal sudah tidak berlaku lagi, pajak ditiadakan, pemakalah seminar nasional dan internasional harus membiayai kegiatan mereka menggunakan biaya pribadi, dan kuota penerima penelitian dan pegabdian di minimkan.

“Perubahan terutama pada skimdan administrasi. Jika dulu penelitian proposal harus di unggah secara utuh dan lengkap. Namun sekarang lebih di mudahkan, unggah hasil penelitian hanya perlu diringkas menjadi lebih singkat dan kuota penerima di batasi” ujar Dr. Drs. A.J. Tjahjoanggoro, M.Si

Sistem Kemenristek Diktiyang berubah, mengharuskan LPPM Ubaya untuk jemput bola dalam memberikan informasi dan sosialisasi kepada seluruh dosen yang berada di Universitas Surabaya. Dengan dikerucutkannya kuota penerimaan hibah, diharapkan pendaftar penelitian tahun ini tetap tinggi.

Update: 16-04-2018 | Dibaca 155 kali | Download versi pdf: Ubaya-Peringkat-Ke-2-Tertinggi-Penerimaan-Dana-Hibah-Pengabdian-Se-Jawa-Timur.pdf