Joint And Joyful Marketing Untuk Komunitas Muda Surabaya


  • 24-10-2016
  • Fadjar Efendy Rasjid

Belajar marketing tidak hanya denganmembaca buku text bookataupun perkuliahan formal, namun dapat pula menambah wawasan tentang peranan penting customer relationship marketing sertabrand community melalui sharing langsung dari beberapa pimpinan perusahaan besar yang sekaligus pengurus IMA chapter Surabaya.Oleh sebab itu Laboratorium Pemasaran, Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya mengundang Dendy Sean T. sebagai direktur PT Mitra Pinasthika Mulia (Honda Motor), Flora Izzaselaku Executive Vice President Domestic RegionGaruda Indonesia, Dian Apriliana Dewiselaku Marketing Manager Pakuwon Mall, dan Steven Johnson Tjan selaku direktur Boga Group sebagai pembicara di acara Talkshow Joint and Joyful Marketing. Acara ini diselenggarakan Marketing ClubJurusan Manajemen FBE Ubaya bekerja sama dengan IMA chapter Surabaya. Kebetulan IMA juga memiliki rangkaian acara IMA Goes to Campus.

Acara yang diadakan pada Sabtu, 15 Oktober 2016 ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor 3, Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D.serta Dr. Noviaty Kresna Darmasetiawan, S.Psi., M.Si., selaku Ketua Jurusan Manajemen FBE Ubaya. “Perusahaan membangun branddari awal hingga besar itu mirip dengan orang membuat jalur pipa paralon. Walau yang dialirkan hanya air biasa, namun dengan jalur pipa yang banyak dan baik, air bisa dialirkan ke tempat yang tepat dalam waktu cepat,” jelas Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya.

Acara dipandu oleh moderator, Silvia Margaretha, S.E., M.M., CPM(Asia)sekaligus sebagai DosenPemasaran Jurusan ManajemenFBE Ubaya, Direktur Centre for Professional Developmentserta Direktur Sertifikasi Program dalam kepengurusan IMA chapter Surabaya. Beliau membuka acara sebelum pembicara pertama, Dendy Sean, direktur PT Mitra Pinasthika Mulia (Honda Motor),membawakan materi. Dalam topiknya, Dendy Sean menyatakan bahwa rasa percaya diri dan tak pernah lelah untuk mengenal calon customeradalah trik jitu untuk berhasil dalam marketing. Selain itu, product knowledgesangat penting, tak hanya mengenai produk sendiri, namun jugaproduk darikompetitor.

“Belajar dari kompetitor itu penting. Kalau ada kompetitor yang memulai duluan, kita harus belajar dari keberhasilanmereka. Pelajari hal apayang bisa dikembangkan dan hal yangharus diantisipasi baik darikompetitoryang berhasil ataupun gagal,” jelas Dendy Sean.

Lain dengan Dendy Sean, Flora Izza selaku VP Domestic RegionGaruda Indonesia menyatakan bahwa kita harus berpikir seperti customer. Contohnya di pesawat, customeringin terbang dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Maka kita harus mengutamakan valuedariproduk kita yang sesuai dengan yang keinginancustomer. Tak hanya produk, pelayanan juga harus selalu diperhatikan. Apabila customersudah sering menggunakan layanan atau menggunakan produk, maka itu saatnya untuk membuat customer menjadi lebih loyal, caranya melalui programmembershipdengan banyak memberikan manfaat tambahan yang menyenangkan hati customer.

Pembicara selanjutnya, Dian Apriliana Dewi, Marketing ManagerPakuwon Mall. Menjelaskan strategiyang digunakan untuk sukses dalam marketing sebuahmall. Di dalam mall, terdapat banyak tenantmaka dibutuhkanhubungan yang baik antara pemilik tenantdengan manajemen mall. Selain itu, perlu diciptakan pula hubungan baik antara manajemen mall dengan customerselaku buyer.Salah satu caranya adalah dengan mengadakan event-eventmenarik. Pada saat terdapat eventdi mall, maka penjualan tenantdi malljuga ikut naik.

Pembicara terakhir, Steven Johnson Tjan, DirekturBoga Group menjelaskan betapa pentingnya customerbagi sebuah usaharesto.Selain customer,pelaku bisnis harus menjalin networking dengan pelaku bisnis lainnya.

“Salah satu bos yang prinsipnya saya anut adalah Tadashi Yanai, yaitumenjadi pemimpin yang tegas,memilikiargumen berkualitas, bersedia belajar dari kompetitor, dan yang terakhir ‘you change or you die’. Inilah prinsip yang membantu saya sampaipada keberhasilan saat ini,” ungkap Steven Johnson Tjan.

Silvia Margaretha, S.E., M.M., CPM(Asia).Menyimpulkan selain pentingnya customer relationship marketingserta brand community, untuk kesuksesan suatu bisnis juga dibutuhkan kemampuan dalam menjalin networking. Oleh karena itu disarankan membangun relasi dimulai sejak bangku kuliah. Acara lalu ditutup dengan penjelasan IMA. Dalam acara itu, sebanyak 35 mahasiswa akhirnya mendaftar IMA chapterSurabaya.

“Sekarang ini eranya community. Orang harus mampu menjalani networkingdan belajar dari keberhasilan orang lain,” ungkap Silvia Margaretha, S.E., M.M., CPM(Asia). yang menjadi penggagas acara Talkshow Joint and Joyful Marketing.

Selain talkshow, acara juga dimeriahkan dengan tenantsponsordari berbagai perusahaan yang tergabung dalam member IMA chapterSurabaya. Salah satunya, Stephen Walla, Presiden Direktur Jamu IBOEmenuturkan bahwa perusahaan beliau sangat supportdengan acara yang menghubungkan pemilik bisnis dengan mahasiswa, dikarenakanacara ini akan membuat mahasiswa benar-benar bisa langsung tukar ilmu dengan pemilik bisnis.

Acara ini memang acara pertama yang diselenggarakan oleh Marketing ClubJurusan Manajemen FBEUniversitas Surabaya.dansukses mendatangkan lebih dari 270 peserta baik mahasiswa S1, mahasiswa S2,alumni,maupun tamu undanganseperti Tjahjono Haryono selaku Komisaris PT. Sekar Laut Tbk. Sekaligus ketua Apkrindo, Stephen Walla selaku Pimpinan Jamu IBOE, Julianto Samuel selaku General Manager Wok Group, Johanes Kevin Pratama selaku Asisten Marketing Communication Manager, serta seluruh tamu undangan lain yang namanya tak bisa disebutkan satu persatu. Dianara Liesmanasebagaisalah seorang panitia yang bergabung dalam Marketing Clubberharap agar acara ini bisa mempelopori acara Marketing Clubke depannya.(tea)

Update: 24-10-2016 | Dibaca 6976 kali | Download versi pdf: Joint-And-Joyful-Marketing-Untuk-Komunitas-Muda-Surabaya.pdf