Perlunya Tindakan Sigap Masyarakat Untuk Hindari Teror Bom


  • 30-04-2011

Ketenangan, kerukunan, dan keamanan masyarakat Indonesia saat ini kembali diusik. Memang hal yang mengusik itu bukanlah hal baru, tetapi hal lama yang “dikemas” dalam cara yang berbeda. Hal itu adalah serangkaian aksi teror bom. Dahulu, aksi teror bom dilakukan oleh kelompok masyarakat kalangan menengah kebawah, serta bom diledakkan dengan cara bom bunuh diri. Target merekapun tak lain adalah masyarakat asing.

Namun teror semacam itu sedikit demi sedikit tergeser seiring dengan banyak perubahan. Aksi pengeboman tak hanya dilakukan dengan cara bom bunuh diri dan masyarakat menengah kebawah yang melakukan. Beberapa waktu lalu masyarakat dicengangkan oleh rencana aksi pengeboman yang akan dilakukan oleh kelompok orang-orang yang berpendidikan cukup tinggi, alias sarjana. Dan yang lebih mengejutkan, target bom tak hanya masyarakat asing. Beberapa target bom justru ditujukan pada sesama saudara bangsa Indonesia.

Lalu, bagaimana penilaian aksi serangkaian bom itu dalam kacamata hukum? “Apapun alasannya, pengeboman tidak dapat diterima! Karena bom itu berhubungan dengan nyawa manusia,” buka Marianus Yohanes Gaharpung SH MS, dosen Fakultas Hukum Ubaya. “Meskipun alasan pengeboman atas nama agama, itu tidak masuk akal. Semua agama mengajarkan tentang cinta kasih, agama apapun itu,” lanjut Ketua Biro Bantuan Hukum itu.

Untuk meminimalisasi aksi pengeboman yang marak terjadi, Marianus menghimbau pada segala elemen masyarakat untuk segera bertindak sigap. Tindakan yang dapat dilakukan adalah melaporkan pada kepolisian jika ada gerak-gerik yang mencurigakan, terutama terkait dengan bom.

Terkait dengan teror bom di Serpong, Tangerang yang berhasil dilacak oleh kepolisian itu, Marianus memberikan apresiasi yang tinggi kepada kepolisian. “Kepolisian saat ini sudah cukup baik dalam mengikuti perkembangan jaman. Dan saya sangat salut kepada kepolisian karena berhasil mencegah teror bom,” tukas Marianus.

Tak hanya aksi teror bom yang beredar di masyarakat, ulah orang iseng pun juga kerap membuat resah masyarakat. Ulah iseng itu tak lain adalah memberikan paket/bingkisan yang diyakini berisi bom, tapi ternyata paket/bingkisan itu tak lebih dari kertas atau buku. “Tindakan semacam itu tetap melanggar hukum pidana. Walaupun hanya iseng, tapi tindakan itu sudah mengoyak ketentraman masyarakat,” terang Marianus. Ia menilai negara ini yang sebelumnya tentram dan damai, menjadi tidak tenang serta menakutkan atas aksi-aksi yang tidak bertanggungjawab itu.

Marianus juga menegaskan, semua pihak yang terlibat dalam pengeboman, harus dihukum secara tegas, yaitu hukuman mati. Atau setidak-tidaknya, hukuman yang pantas untuk para teroris itu adalah penjara seumur hidup. “Jangan hanya dihukum 20 atau 30 tahun saja, tapi hukum mati atau setidaknya hukuman seumur hidup! Karena mereka itu niat membunuh orang,” tegas advokat senior ini.

Ia juga menyikapi mengenai aksi teror yang dilakukan oleh golongan sarjana. Menurut Marianus, sarjana atau tidak sarjana aksi bom tidak dapat dibenarkan. Apalagi jika teror itu dilakukan atas nama agama. “Saya rasa, orang yang beragamapun tidak akan terima dengan aksi tersebut,” tukas Marianus.

Menyimak opini yang beredar di masyarakat bahwa serangkaian aksi bom hanya untuk mengalihkan perhatian masyarakat luas dari carut marutnya politik di negri ini, Marianus memberikan penjelasannya. “Masalah bom tidak boleh menjadi sesuatu yang mengesampingkan masalah politik di Indonesia,” lanjut pria ramah ini.

Sebagai penutup, Marianus memberikan saran bijak. “Sebagai orang yang berilmu dan beriman, tidak mungkin akan melakukan aksi teror semacam itu,” tutup Marianus. (wmm,mg/wu)

Update: 30-04-2011 | Dibaca 4251 kali | Download versi pdf: Perlunya-Tindakan-Sigap-Masyarakat-Untuk-Hindari-Teror-Bom.pdf