Pentingnya Edukasi Dan Sosialisasi Dalam Memilih Makanan


  • 06-08-2010

Akhir-akhir ini zat tambahan pada makanan kian marak di bahas dalam masyrakat. “Zat tambahan makanan sebenarnya sudah sangat lama sekali dikenal oleh masyarakat,” buka Yunita Liasari, dosen FTB. Zat tambahan pada makanan itu bermacam-macam mulai dari zat pewarna, pemanis, penyedap, pengawet dan pengemulsi. Zat tambahan makanan ini digunakan agar makanan enak dirasakan, lebih enak dipandang dan  lebih awet bila disimpan.

Zat tambahan pada makanan ada yang diperbolehkan dan ada yang tidak diperbolehkan. Contohnya saja penggunaan boraks dan formalin untuk mengawetkan makanan atau penggunaan rhodamin A dan B pada pewarnaan makanan. Ada juga yang diperbolehkan namun harus tetap dijaga penggunaan seperti MSG untuk penyedap makanan.

Rhodamin adalah zat pewarna sintesis yang biasanya digunakan sebagai pewarna tekstil. Zat pewarna yang sering digunakan pada jajanan ini sangat berbahaya bagi tubuh. “Zat pewarna tekstil sangat sulit hilang pada pakaian, bayangkan saja kalau zat tersebut masuk ke dalam tubuh, ke dalam usus? Jika hal tersebut terjadi secara akumulasi maka akan menyebablkan berbagai macam penyakit seperti tumor, kanker dan lain sebagainya,” lanjut wanita ramah itu. Penyakit-penyakit itu disebabkan karena sel pada tubuh mengalami mutasi. Untuk penyedap rasa seperti MSG sampai saat ini masih menjadi kontroversi mengenai dampaknya terhadap otak. “Namun kalau MSG juga terakumulasi dalam tubuh maka penyakit seperti kanker dan tumor juga bisa terjadi,” terang Yusnita.

Melihat realita di atas, kini para peneliti mulai melakukan pengembangan terhadap zat tambahan makanan tersebut dengan bahan yang alami seperti penggunaan ekstrak murbay untuk warna merah dan unggu alami dan pewarna oranye yang diambil dari beta carotene wortel. “Bahan alami tersebut membuat  makanan tersebut lebih aman bagi tubuh saat dikonsumsi. Selain itu juga perlu adanya sosialisasi dan edukasi tentang zat tambahan makanan yang berbahaya melalui media dan penyuluhan. Masyarakat juga harus selektif dalam memilih makanan,” tutupnya. (jlc/wu)

Update: 06-08-2010 | Dibaca 5690 kali | Download versi pdf: Pentingnya-Edukasi-Dan-Sosialisasi-Dalam-Memilih-Makanan.pdf