Ingin Liburan Aman Dan Kantong Nyaman? Rencanakan Dulu!


  • 19-12-2018

Menjelang liburan tahun baru kita pasti memiliki destinasi wisata kita masing-masing. Entah itu di rumah, di luar kota, bahkan di luar negeri sekalipun. Kita sudah mengisi jadwal masing-masing dengan berbagai macam kegiatan. Namun, pernahkah anda merasa bahwa liburan menghabiskan uang anda terlalu banyak? Atau mungkin liburan terasa sangat padat dan jatuhnya malah kelelahan? Atau malah liburan anda terasa sangat membosankan? Mungkin ada baiknya anda harus mengevaluasi perencanaan liburan anda. Oleh karena itu tim Ubaya berkesempatan untuk berbincang bersama dengan Dr. Erna Andajani, S.T., M.M., CRM selaku Kepala Laboratorium Manajemen Operasi Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya. Simak hasil obrolan kami.
 

Q: Menurut ibu Erna sendiri, perencanaan liburan yang baik itu seperti apa?

A: Perencanaan liburan yang baik itu indikatornya adalah adanya perencanaan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak mendadak. Di luar negeri sebagian besar orang bahkan merencanakan liburan dengan mempertimbangkan masalah keuangan keluarga ataupun pribadi. Dari awal tahun liburan itu bagian dari perencanaan.

Q: Kapan saat yang tepat untuk memulai perencanaan liburan?

A: Sebaiknya setelah orang yang bersangkutan memiliki penghasilan tetap. Liburan itu kan pada dasarnya membuang-buang uang dan tidak selalu liburan itu harus mahal. Yang penting sesuai dengan kemampuan keuangan kita. Sehingga dengan adanya penghasilan tetap, sudah harus direncanakan berapa persentase untuk disisihkan sebagian.

Q: Nah ini menarik bu, berapa persentase penghasilan yang sebaiknya dialokasikan untuk liburan?

A: Kalau bilang berapa persen tergantung personal masing-masing ya, tetapi pokoknya jangan mencari uang sebanyak-banyaknya lalu dihabiskan untuk jalan-jalan dan pemenuhan lifestyle. Ada baiknya memenuhi kebutuhan primer dulu, lalu dari sisanya disisihkan terlebih dahulu uang yang memang dialokasikan untuk liburan. Jadi lebih teratur dan tidak habis banyak. Sesuaikan kondisi. Semisal memang ingin pergi jauh, ke luar negeri, ke luar pulau misalnya, tetapi uang yang disisihkan dirasa sedikit, ya mari menabungnya dari jauh-jauh hari sebelumnya. Karena saya sudah berkeluarga, ibaratnya sebagai wanita saya hanya mensupport suami saya, jadi kalau soal nabung dan merencanakan liburan bisa satu tahun sebelumnya. Suami saya yang memikirkan ancang-ancang hingga dua-tiga tahun kedepan.

Q: Keren sekali. Sebegitu pentingnya kah liburan itu?

A: Oh jelas sangat penting. Kalau saya sendiri dengan keluarga memposisikan liburan sebagai tempat menghilangkan rutinitas, tempat refreshing, dan mencuci pikiran. Pada saat hari H—karena tujuannya untuk refreshing—maka harus benar-benar lepas dari hal-hal yang kita lakukan setiap hari, apalagi yang menuntut kita untuk berpikir. Kalau misal anak sekolah biasanya baca buku pelajaran, ya waktu liburan ya jangan bawa buku pelajaran. Hehe. Kalaupun suka baca bawa komik atau hal-hal lainnya.

Q: Karena memang intinya tentang menghilangkan rutinitas ya?

A: Ya, refreshing itu ibaratnya otaknya dicuci biar bersih. Kalau sudah bersih akan punya semangat baru untuk kerja dan nanti ide-ide kreatif akan muncul.

Q: Mantap bu. Lalu apa tanggapan ibu mengenai budget yang membengkak saat liburan?

A: Biasanya budget kita pada saat liburan akan membengkak karena ada hal-hal yang tidak terduga. Entah itu karena membeli suatu yang kita anggap menarik dan sebagainya. Penekanannya adalah, kalau itu memang penting dan sulit dicari—misal hanya ada di destinasi wisata yang dituju, ataupun harganya sangat-sangat-sangat murah dibandingkan tempat asal kita—ya pembengkakan budget itu bisa diterima.

Q: Berarti pembengkakan budget itu hal yang bisa diterima ya?

A: Ya, kalau memang hal yang dibeli itu penting dan memang sesuatu yang baru. Misal kita punya budget, membengkak pun tidak masalah asalkan itu tidak dibuat berfoya-foya. Misal: Beli baju di toko ini, kemudian pindah ke toko itu, beli barang lagi dsbnya. Kalau kuliner pun juga harus berhati-hati, mahal tidak masalah asalkan itu memang worth it, dalam pemahaman kan itu hanya sekali dan tidak ada di tempat lain juga. Pokoknya harus direncanakan dari awal, kalau saya dan keluarga sudah punya travel itinerary.

Q: Wah saya orang awam bu, travel itinerary ini maksudnya apa ya?

A: Misal gini, saya sampai hotel check in jam 4 sore, istirahat, nanti makan disekitar gitu.

Q: Oh jadi semacam rundownacara begitu ya?

A: Ya benar. Ada baiknya mulai dari sekarang kita biasakan untuk membuat ini, karena jaman sekarang kalau mau mencari sudah tidak sesulit jaman dulu. Kita bisa tahu tempatnya pakai google earth, dan sebagainya.

Q: Memang merencanakan itu sangat penting ya untuk liburan?

A: Ya. Saya buat travel itinerary nya 2-3 bulan sebelum kejadian. Ya meskipun kadang-kadang saya juga tidak ikut planning karena anak-anak bisa saja lebih enjoy di suatu tempat, ya kita ngikut aja. Ada planning dan rundown tetapi tetap fleksibel.

Q: Nah lalu untuk wisata kota, apa saja informasi yang harus dipersiapkan?

A: Oke, kita harus mencari informasi selengkap mungkin. Informasi tentang objek wisata misalnya, kemudian kuliner yang ikonik daerah sana itu apa dan review restorannya. Juga yang pasti duit, karena wisata kota pasti nggak jauh-jauh dari “biaya tambahan”. Kalau saya pribadi belanja fashion itu di Negara manapun 11-12 akan sama saja—kecuali ada barang khusus—sehingga menurut saya mending cari objek wisata.

Q: Kalau soal wisata alam bagaimana bu?

A: Karena saya ini hobinya petualang, wisata alam harus cari yang ada tantangannya, misal Diving, Naik gunung, dsbnya. Mencari hal yang baru sampai akhirnya bisa terbiasa. Kalau wisata alam itu cari yang bisa memuaskan pandangan mata. Jangan sampai kita “tergoda” dengan kata-kata bagus tetapi waktu kesana…”Lhoalah kok cuman gini aja?” Wisata alam tanpa petualangan, tantangan atau kenikmatan mata ya…agak kurang. Matanya mungkin sudah nggak mendapatkan kenikmatan tentang itu.

Q: Terus menurut ibu, ketika travelling apa yang patut diwaspadai?

A:Kalau pakai backpack, hati-hati. Kalau kita berpergian bersama dengan keluarga ya saling mengingatkan. Kalau solo traveler pasti kalau di dalam negeri, dompet dan handphone—kalau luar negeri passport—harus ditaruh di tempat yang aman dan mudah dijangkau seperlunya. Saran saya sih pakai waist bag itu sehingga mudah diambilnya.

Q: Oke bu, lalu terakhir. Pesan untuk kami—anak-anak muda utamanya—dalam merencanakan liburan?

A: Yang pasti liburan itu kan buang duit sehingga harus direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya…mau Negara tujuan dulu atau duitnya dulu, yang manapun dulu tetap harus direncanakan. Paling tidak setiap tahun harus pergi sekali. Destinasinya tergantung budget dan hobi, tidak harus mahal, yang pasti harus dilakukan. Lalu untuk anak muda memang ada yang menghasilkan banyak uang lalu segera dihabiskan dengan travelling. Saya rasa bagus sekali, tetapi jangan lupa masa mudamu masih panjang, jangan dihambur-hamburkan untuk pergi saja. Jangan lupa di masa depan masih butuh banyak biaya...tetap harus ditabung.

Nah itu adalah hasil wawancara singkat dengan Dr. Erna Andajani, S.T., M.M., CRM tentang perencanaan liburan. Semoga melalui artikel ini kita dapat memahami lagi seluk-beluk pentingnya merencanakan liburan supaya tidak memunculkan ‘mbendol mburi’ alias efek negatif yang terjadi setelah berlibur. (sml)

Update: 19-12-2018 | Dibaca 573 kali | Download versi pdf: Ingin-Liburan-Aman-Dan-Kantong-Nyaman--Rencanakan-Dulu-.pdf