Logistik Kemanusiaan (humanitarian Logistics)


  • 27-09-2018

Manajemen logistik untuk penanggulangan bencana dikenal dengan logistik kemanusiaan (humanitarian logistics) atau sering disebut juga dengan logistik bantuan kemanusiaan. Humanitarian logisticsmerupakan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian aliran bantuan hemat biaya dari titik asal ke korban untuk tujuan mengurangi beban penderitaankorban bencana.

Terkait kegiatan supplyrantai pasok pasca gempa 2 bulan yang lalu bagi korban gempa di Lombok, bagaimana sistem humanitarian logisticsdapat diterapkan bagi para korban gempa. Berikut hasil wawancara redaksi dengan Jerry Agus Arlianto, S.T., M.T. selaku Ketua Labolatorium System Engineering Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik sebagai spesialis humanitarian logistics Univeristas Surabaya.

Q: Bagaimana peran humanitarian logistics?

A : Perannya adalah untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan dan peralatan dapat menjangkau secara cepat ke sasaran. Dengan berbagai sistem sehingga bantuan dapat disalurkan tepat waktu.Sedangkan peran logistikadalah upaya penanggulangan bencana, terutama pada saat pasca bencana, kesiap siagaan, dan respon penanganan bencana, untuk dapat memastikan tujuan, tepat kuantitas, tepat kualitas, tepat sasaran, dan tepat waktu. Bantuan harus disalurkan secepatnya saat keadaan darurat. bantun tidak efektif jika dibiarkan terlalu lama.

Q : Hambatan apa saja yang bisa terjadi dilapangan terkait humanitarian logistics?

A : Hambatan yang terjadi bersifaf kompleks. Struktural aparat pemerintah dilapangan kurang siap dalam menghadapi bencana (SDM). Begitu ada bencana mereka akan binggung, bagaimana cara menangani kejadian ini. Dalam konteks bencana, tentu penting untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang efisien dan efektif. sehingga kebutuhan jenis bantuan tepat dan relawan dapat mencapai ke lokasi korban gempa dengan cepat dan tepat. Namun tidak jarang hambatan terjadi dilapangan seperti banyaknya oknum yang memanfaatkan situasi dilapangan untuk mencari nama dengan memberikan bantuan. Akses jalan yang terputus merupakan salah satu hambatan utama. Maka untuk itu, Optimalisasi kinerja logistik sangat mengambil peran pada situasi seperti ini. banyak opsi yang dapat diberikan, seperti jika jalan terputus maka kita dapat mencari jalan alternatif lainnya. Jika transportasi darat tidak ada, kita dapat menggunakan helikopter. Penggunaan helikoter hanya dapat dilakukan saat keadaan mendesak saja atau 3 hari setelah gempa.

Q : Apa yang harus dilakukan agar informasi bantuan dapat diterima dan disalurkan kepada korban?

A : Gempa Lombok menuntut upaya logistik yang lebih tinggi dalam hal pengetahuan dan biaya. Karena kejadian bencana mendadak memerlukan respon yang sangat cepat di daerah-daerah yang hancur. Peran pemerintah dalam mengkoordinasi dan menginformasikan bantuan sangat lah penting. logistik adalah unsur yang paling penting dalam setiap upaya bantuan kemanusiaan. Dan sistem bagaimana cara kita mengelola logistik bantuan kemanusiaan akan  menentukan apakah operasi penanggulangan bencana tersebut sukses atau gagal. Informasi dari aparat pemerintah juga sangat diperlukan, karena merekalah yang mengetahui keadaan dilapangan. Berangkat dari kebutuhan itulah akhirnya calon relawan akan mengetahuai apa saja yang menjadi kebutuhan dan kesulitan disana.

Q : Siapa saja yang berhak menyalurkan bantuan maupun logistik ?

A : Pemerintah merupakan fungsi utama dalam menyalurkan bantuan. Kedua pihak swasta maupun komunitas. Namun jika bantuan berupa dana, lebih baik dijadikan barang. Karena untuk situasi di Lombok saat ini sangat sulit mencari atau membeli barang untuk keperluan para korban. Jika pun tersedia harganya pasti sangat mahal dan terbatas.

Q : Jenis bantuan apa saja yang dapat diberikan?

A : saat ini, bantuan yang baiknya diberikan adalah barang-barang yang memang diperlukan atau bersifat darurat. jika dilihat dari tahapan yang pertama dalam tangga bencana, para korban harus bertahan hidup dan memerlukan obat-obatan. Maka bahan pokok makanan merupakan yang utama dan harus tersedia. Misalnya seperti mie intan, makanan kaleng, makan untuk bayi dan susu. kemudia material pendukung lainnya untuk mendirikan rumah darurat sementara. Setelah itu penyalur sumbang juga harus tau apa saja yang diperlukan oleh mereka. Pakaian juga merupakan salah satu jenis barang yang sangat diperlukan saat ini.

Q : Bagaimana mengkoordinasi jenis logistik basah maupun kering?

A : Mekanismenya adalah pasokan logistik harus tau kemana dan dimana tujuan barang akan dikirimkan. Jika dilihat dari situasi gempa di Lombok, bantuan yang efisien yang dapat diberikan berupa makanan kering atau pun matriel yang mudah dibawa. Jika makanan kering distribusinya harus jelas dan benar, kendaraan yang digunakan tidak boleh terbuka, tidak boleh terkena matahari maupun basah. Karena hal itu akan mengurangi nilai kegunaannya. Jika jenis makanan tersebut basah, maka sebaiknya lebih baik cepat diolah dan dikonsumsi saat itu juga. Barang basah seperti ikan,daging dan sayur segar lebih baik didistribusikan dari lokasi tempat terjadinya gempa. Jika didatangkan dari luar daerah, akan dipastikan makan tesebut sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Q : Siapa saja yang terlibat dalam menyalurkan bantuan kelapangan?

A : Aparat pemerintah mengambil peran lebih banyak, seperti BNPB maupun Palang Merah Indonesia (PMII). namun dilapangan banyak lembaga suadaya masyarakat yang terlibat mengambil peran paling banyak. Untuk itu koordinasi dari pemerintah lah yang selalu menjadi acuan relawan dalam bekerja. Saat ini kita, akan menjumpai keadaan yang sebenarnya. setelah pasca gempa banyak relawan yang mengambil alih kegiatan dilapangan. Seperti mendirikan tenda darurat tambahan, pembangunan masjid untuk beribadah, sebagai juru masak di dapur umum dan lain sebagainya.

Demikian wawancara bersama dengan Jerry Agus Arlianto, S.T., M.T. terkait humanitarian logistics.

Update: 27-09-2018 | Dibaca 252 kali | Download versi pdf: Logistik-Kemanusiaan--humanitarian-Logistics-.pdf