PENYIAPAN SUMBER DAYA DI BIDANG MOULDING


  • 12-12-2012

(Manufacturing Solution # 2)
Oleh: Yuwono Budi Pratiknyo
Ketua Program Studi Teknik Manufaktur


Artikel Manufacturing Solution # 2 ini sebetulnya merupakan lanjutan dari solusi Manufacturing Solution # 1. Pada artikel sebelumnya kita sudah mencoba menggali usaha-usaha seperti apa saja yang harus dilakukan oleh sebuah Industri Manufaktur dalam menangani kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota.  Antara lain dengan Desain for Manufacture and Assembly.

Pada Manaufacturing Solution ini, Industri Moulding sebagai bagian dari Industri Manufaktur sengaja di angkat. Ada beberapa alasan: Pertama, Peluang Industri Plastik yang semakin besar. Perubahan material dari material logam ke non logam (khususnya polymer/plastic) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana, peningkatan Industri Manufaktur di bidang plastik akan berkolerasi yang linier terhadap kebutuhan tenaga di bidang perancangan Moulding. Kedua: merupakan suatu kepercayaan dan kebahagiaan tersendiri bagi Program Studi Teknik Manufaktur Universitas Surabaya menerima kunjungan dari Rotary Club Taiwan dan Japan untuk bekerjasama dalam bidang penyediaan tenaga/sumber daya manusia khususnya di bidang moulding melalui pendidikan vokasional. Dalam diskusi yang hangat dipimpin oleh Wakil Rektor II Universitas Surabaya, terlihat persamaan persepsi dan tujuan dalam membangun Sumber Daya Manusia di bidang perancangan moulding.


INJECTION MOULDING

Mungkin sebagian dari kita belum mengenal injection Moulding.  Injection moulding merupakan salah satu teknik yang cukup efektif dan banyak dipergunakan untuk pengolahan bahan thermoplastic. Ada beberapa keuntungan mengapa kita menggunakan injection moulding, antara lain adalah: kapasitas produksi yang tinggi, sisa penggunaan material (useless material) sedikit dan tenaga kerja minimal. Sedangkan kekuranganya, biaya investasi dan perawatan alat yang tinggi , serta perancangan produk harus mempertimbangkan untuk pembuatan desain molding-nya.

Beberapa contoh hasil pengolahan plastic dengan menggunakan teknologi injection moulding antara lain adalah: Casing HP, Keyboard, mouse, panel TV, pesawat telepon.

Sedikit mengungkap sejarah teknologi Injection moulding. Teknologi ini pertama kali dikenalkan oleh John Wesley Hyatt pada tahun 1868, dengan melakukan injeksi celluloid panas ke dalam mold, untuk membuat bola billiar. Bersama saudara perempuannya Isaiah, dia mematenkan mesin injection mold untuk penyedot debu tahun 1872. Tahun 1946 James Hendri untuk pertama kalinya membuat mesin screw injection mold, sehingga terjadi perubahan besar pada industri plastik. Dan 95 % mesin molding saat ini mengikuti teknik ini, untuk menghasilkan efisiensi panas, efisiensi campuran dan injeksi plastik ke moulding.

Mould/moulding sendiri dapat didefinisikan sebagai cetakan, atau proses yang dipergunakan dalam industri manufaktur untuk mencetak material. Sedangkan Injection Molding merupakan salah satu teknik pada industri manufaktur untuk mencetak material dari bahan thermoplastic. Material thermoplasctic yang biasa dicetak dengan teknik Injection Molding: Polystyrene, Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS), PMMA (Polymethyl Methacrylatic) dll.

 

PELUANG INDUSTRI MOULDING

Dewasa ini, terjadi pertumbuhan yang sangat pesat pada penggunaan produk plastik di industri manufaktur karena sangat serbaguna dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan khususnya untuk pemanfaatan dan pengolahan polimer, sehingga dapat dihasilkan produk plastik dengan kuantitas yang cukup tinggi dan kualitas yang baik.

Mengutip pernyataan Budi Susanto, Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik (Inaplas), menuturkan meski dibayangi ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga bahan baku, industri plastik nasional masih akan tumbuh 7% pada tahun ini. Asumsi tersebut mengacu pada tren konsumsi plastik di dalam negeri,  yang rata-rata pertumbuhannya 1% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini kan diprediksi di atas 6%, maka pertumbuhan industri plastik bisa 7%. Artinya kalau tahun lalu produksinya 2,9 juta ton, maka tahun ini bisa 3,2 juta ton,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (6/12).

Berbicara peluang bisnis di bidang industri moulding, maka tidak akan terlepas dengan kebijakan Pemerintah. Kalau kita cermati dengan seksama, sebetulnya pemerintah sudah berusaha untuk melindungi sektor ini (meskipun kita ketahui bersama produk-produk luar negeri khususnya china membanjiri Indonesia). Perlindungan pasar domestik terhadap impor barang jadi plastik yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir dilakukan denganmemberlakukannya wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk jadi, kebijakan fiskal yang tepat, hingga pengawasan impor yang masih harus diperkuat.

Mengutip data BPS, impor barang jadi plastik meningkat cukup besar pada tahun 2008, dari USD473.07 juta pada tahun 2007 menjadi USD1.02 miliar. Pada tahun 2009, nilai impor produk itu sedikit berkurang menjadi USD928,19 juta, sebelum kembali naik menjadi USD1,04 miliar pada tahun 2010 dan USD1,10 miliar pada tahun 2011.

Pertumbuhan sektor plastik akan semakin baik. Saat ini, konsumsi plastik nasional sekitar 10 kilogram (kg) per kapita. Jumlah itu jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan Singapura yang sebesar 80 kg, Malaysia 64 kg, Thailand 42 kg, Eropa dan Amerika Serikat (AS) lebih dari 100 kg.
Dari data Kemenperin mencatat pada saat ini ada sekitar 925 produsen plastik di dalam negeri, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 37.327 orang. Kebutuhan plastik nasional adalah 4,6 juta ton, dengan peningkatan secara rata-rata sebesar 5% selama lima tahun terakhir.

Kebutuhan tenaga kerja dibidang industri moulding ini akan terus meningkat. Peningkatan kebutuhan tenaga ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM yang cakap dibidangnya. Program Studi Teknik Manufaktur, sebagai program studi yang memiliki salah satu peminatan di bidang desain moulding, terus berbenah diri dengan mempersiapkan kurikulum yang up to date dengan menyelaraskan kebutuhan industri. Perlengkapan software (Pro Engineering dan Solid Work) dan hardware (CNC Machine : 2 Milling CNC, 2 Turning CNC dan 1 Wirecut) dipersiapkan untuk menciptakan SDM yang unggul di bidang moulding.

Update: 12-12-2012 | Dibaca 14081 kali | Download versi pdf: PENYIAPAN-SUMBER-DAYA-DI-BIDANG-MOULDING.pdf