Berbagi kasih tak hanya diungkapkan saat valentine day. Mengungkapkan rasa sayang bisa dilakukan kapan saja. Tepat pada 21 Februari 2009, KMM PPM Ubaya mewujudkan kepeduliannya melalui kegiatan pengobatan gratis di Barata Tangkis Gang Buntu.

Cuaca yang kurang bersahabat, tidak menyurutkan semangat warga untuk menghadiri kegiatan ini. Mereka diwajibkan antri terlebih dahulu untuk memperoleh kartu periksa. Panitia dibantu oleh beberapa tim medis, diantaranya lima orang dokter dan dua apoteker.

Tercatat sekitar 262 warga membanjiri tempat itu. “Tujuannya untuk mengaplikasikan fungsi sebagaimana PPM yang bergerak di bidang sosial. Membantu orang-orang kurang mampu dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,” terang Derera Anandhya selaku ketua panitia. Turunnya kesadaran dalam menjaga kesehatan dikalangan masyarakat mendorong PPM menggelar kegiatan tersebut.

Kegiatan bermanfaat ini diharapkan dapat menciptakan budaya tolong-menolong antar sesama. PPM memang selalu tanggap dalam urusan sosial. “Kendala terjadi saat registrasi. Banyak warga yang tidak bisa baca tulis sehingga terjadi kesulitan,” ungkap Derera. Namun hal tersebut mampu diatasi oleh pihak panitia.

Saling peduli sudah merupakan kewajiban bagi sesama. Sebagai kelompok mahasiswa, minat berempati dengan masyarakat terus dipupuk dengan kegiatan bakti sosial. “Kami berharap dapat terus mengadakan bakti sosial untuk membantu sesama dan PPM semakin maju terutama untuk generasi baru,” ungkapnya mewakili kawan-kawan PPM.(zha/wu)
Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/269/Berbagi-Kasih-Ala-PPM-Ubaya.html