Sembilan Regu Terpilih ke Final Dokter Cilik

SURABAYA – Pergelaran Tangkis Fest yang dimulai pada Jumat (8/12) akan menghadirkan berbagai acara menarik. Selain grand final Tangkis Community Competition Bersama Antangin JRG, ada final Dokter Cilik. Sembilan regu telah terpilih dari ajang hasil kerja sama Jawa Pos dan Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) tersebut. Mereka didapat dari seleksi yang berlangsung seharian kemarin (4/12).

Sebanyak 33 tim dari 24 sekolah berlomba. Sebagian besar merupakan anggota unit kesehatan sekolah (UKS) di sekolah masing-masing. Tim FK Ubaya tidak sembarangan menyiapkan penilaian. "Penggodokan soal dan rubrik penilaian dilakukan seminggu. Materinya disesuaikan dengan kurikulum dokter kecil tentang kesehatan umum," papar Dekan FK Ubaya dr Nur Flora Nita T.B. Sinaga MKes SpOT MH.

Tahap pertama, tes tulis dengan format pilihan ganda. Soal-soalnya dibuat tim dosen FK Ubaya yang terdiri atas Nur Flora Nita, dr Rivan Virlando Suryadinata MKes, dr Devitya A. Sukarno, dr Fransiska Hutahaean SpTHT-KL, dr Lucia Pudyastuti Retnaningtyas SpA, dr Dita Sukmaya P., dr Y. Adhimas Setyo Wicaksono, dan dr Herry Wibowo SpB MKes.

Setelah tahap tersebut, pemahaman peserta diuji lebih lanjut di babak presentasi. Setiap tim diminta menjelaskan satu materi bebas dengan alat peraga yang sudah disiapkan. Mereka harus mempresentasikan paparannya di hadapan juri, yakni para dosen FK Ubaya tersebut bersama wakil Jawa Pos, dr Anda Marzudinta dan Retna Christa.

Ada yang membawa poster, mading, hingga tumbuhan hidup. Kelompok asal SDN Margorejo 5 membawa peraga yang unik berupa jentik nyamuk. "Ini ngambilnya dari bak kamar mandi di sekolah. Kebetulan, ada yang belum dikuras," kata Muhammad Althaaf Fajri.

Di tahap tersebut, kesiapan peserta benar-benar diuji. Ada yang masih gugup dan saling tunjuk. Namun, ada pula yang santai. Setelah melewati dua tahap saringan, terpilihlah 18 kelompok unggulan. Level kesulitan pun lebih naik. Sebab, setiap tim harus melewati babak praktikum. "Titik beratnya di penilaian individu, lalu direkap jadi nilai kelompok. Setiap anggota bakal mendapatkan tugas berbeda," jelas dr Fransiska Hutahaean SpTHT-KL.

Ada lima pilihan soal buat setiap tim. Mereka diminta memilih satu di antaranya. Bobot penilaian berbeda, bergantung pada tingkat kerumitan. "Kalau dibandingkan dengan presentasi tadi, ada tim yang cenderung turun. Banyak yang grogi dan melewatkan tahap praktikum," ungkapnya.

Fransiska menuturkan, banyak peserta yang terkendala karena kurang menguasai alat yang dipakai. "Banyak yang terbiasa menggunakan termometer digital untuk cek suhu badan. Jadi, saat kami beri termometer air raksa, mereka bingung cara pakainya," terangnya.

Setelah tiga tahap penilaian tersebut, terpilih sembilan kelompok yang berhak maju ke babak akhir. Final Kompetisi Dokter Cilik akan diselenggarakan pada Sabtu (9/12) di Grand Atrium Pakuwon Mall, Surabaya. Para keluarga dan sahabat boleh datang untuk memberikan semangat. Ada banyak arena bermain yang seru. Semua bisa dinikmati gratis. Malamnya, ada hiburan dari penyanyi cilik yang sedang hit, Zara Leola. (fam/c14/ayi)

Jawa Pos, 05 Des 2017

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/2117/Adu-Pemahaman-Kesehatan.html