Adi Nurani atau Ajar Budi Asah Nurani, merupakan kegiatan rutin semester untuk mahasiswa magister Fakultas Psikologi Ubaya, guna mempersiapkan diri, dengan bekal kompetensi keilmuan yang memadai serta softskill yang mendukung dalam implementasi ilmu psikologi dalam kehidupan bermasyarakat, bagi mahasiswa dan calon lulusan Magister Psikologi baik Profesi maupun Sains.

Acara yang diadakan pada tanggal 21-22 Agustus 2017, di Ubaya Training Center ini, diikuti oleh 25 peserta dari mahasiswa Magister Psikologi Profesi angkatan 11, dan 13 peserta Magister Psikologi Sains angkatan 26.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan materi oleh Listyo Yuwanto, M.Psi., Psikolog, mengenai career orientation. Tujuannya adalah, untuk menentukan arah gaya hidup dengan watak dan sikap yang sesuai dengan potensi diri. “Mereka ingin menjadi Psikolog generalis, klinis atau bahkan pendidikan yang seperti apa?,” ujar Dr. Hartanti., M.Si., Psikolog.

Selain materi, para peserta pun disuguhkan kegiatan outbound dan susur sungai. Bertemakan search for treasure and the story of our learning, diharapkan kegiatan ini menyadarkan mahasiswa, pentingnya menjaga attidute dalam kehidupan bermasyarakat. Para peserta pun dibagi menjadi lima tim yang setiap timnya tujuh sampai delapan orang dan didampingi oleh dosen.

Berbeda dengan semester lalu, susur sungai kali ini terlihat lebih menantang, karena para tim harus bekerja sama untuk melewati semua rintangan sekaligus melawan derasnya aliran air. Berbeda dengan semester sebelumnya, susur sungai dapat dikatakan susur batu karena dangkalnya air sungai bahkan sampai berlumut dan berlumpur. “Pentingnya motivasi dalam melalui setiap rintangan. Itu fungsi dari kerjasama tim” Tutur Rinto Wahyu Widodo, S.Psi., M.Th., selaku peserta.
 
Keesokan harinya peserta diajak untuk berkegiatan di Desa Tami Ajeng, Penanggungan dan Ketapan Ram. Tujuannya, untuk menjadikan lulusan magister Psikologi Ubaya lebih siap berinteraksi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Para peserta pun diminta untuk memberikan penyuluhan mengenai peran orang tua dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini. “Saya senang bisa mengetahui cara yang tepat dalam mendidik anak dan tidak ragu lagi untuk menerangkan sex education,” kata Bu Suliyati sebagai peserta penyuluhan. (tul)