Dikutip dari Jawapos.

SURABAYA - Karya-karya menarik dan unik lahir dari tangan-tangan mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya (Ubaya). Ada buku ajaib (magic book) hingga lampu brilian (brilliant lamp). Sebanyak 26 karya dari 126 mahasiswa dipamerkan selama dua hari di Gedung Teaching Industri Ubaya sejak Senin lalu hingga kemarin.

Para mahasiswa dilatih untuk melahirkan produk berkualitas yang marketable melalui Kerja Praktek (KP) I. Mereka ditugasi membuat produk berupa merchandise. Para mahasiswa bekerja dalam kelompok dengan dana hampir seratus persen dari kampus. "Kami meminta mereka untuk benar-benar terjun dalam dunia bisnis. Kami juga berperan sebagai pembeli hingga supplier material," tutur Linda Herawati, ketua KP I.

Proses kerja dimulai dari perencanaan bisnis, penyusunan materi produk, hingga rancangan display. "Rata-rata, para mahasiswa membidik pangsa perkantoran, kelas menengah ke atas," tutur Linda. Karya para mahasiswa itu akan dinilai dan dipilih siapa yang terbaik.

Merchandise yang dibikin mahasiswa rata-rata menggunakan material kayu. Misalnya, lampu, tempat pensil, asbak, hingga jam modifikasi. Beberapa dosen memberikan apresiasi terhadap karya magic book dan brilliant lamp. Karya yang paling banyak menarik perhatian itu layak diproduksi massal. "Belum banyak kalangan industri yang mampir, tapi kami akan terus menindaklanjutinya," ujar Linda.

Seperti apa kedua karya tersebut? Magic book bisa dikatakan buku kayu multifungsi. "Yang paling susah memang menemukan ide untuk produk. Waktu itu saya sedang melihat buku dan terpikir untuk memodifikasinya," tutur Fanny Susanto, salah seorang anggota perusahaan Cross-X Corporation, yang membandrol produknya Rp 130 ribu.

Buku kayu tersebut pasa sisi kirinya berfungsi sebagai kalender dan jam. Sisi tengah digunakan untuk memajang foto, sedangkan sisi kanan untuk menulis pesan. "Cocok sekali untuk perkantoran," tegasnya.

Produk kayu lainnya yang juga ditampilkan adalah brilliant lamp. Tim Brilliant Wood membikin hiasan kayu yang berfungsi sebagai lampu. "Kami menambahkan aroma terapi. Lampunya juga unik karena dipancarkan oleh empat bunga bening," tutur Felisia yang membandrol produknya seharga Rp 99 ribu. Kalau diproduksi massal, kata dia, harga produk tersebut tentu lebih murah. (ara)