SURABAYA - Peningkatan kualitas menjadi poin penting pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Setiap individu diharapkan memiliki sertifikasi untuk menjamin kualitas kompetensinya. Demikian juga akreditasi untuk lembaga, termasuk perguruan tinggi.

Rektor Universitas Ubaya (Ubaya) Joniarto Parung mengatakan, tahun ini lembaga yang dipimpinnya meraih akreditasi A secara kelembagaan pada Oktober. Perolehan akreditasi A itu menambah kepercayaan diri bagi para civitas academica Ubaya. "Upaya yang kami lakukan membuahkan hasil positif," katanya.

Demi meningkatkan kualitas, Ubaya terus bergerak. Salah satunya menambah program studi baru pada jenjang pascasarjana. Yakni, S-2 teknik industri dan S-2 teknobiologi. "Sudah kami usulkan, tapi hasilnya belum," jelasnya. Selain itu, diusulkan ada fakultas kedokteran. "Sudah divisitasi, hasilnya belum keluar," tambahnya.

Persiapan untuk pembangunan rumah sakit yang mendukung berdirinya fakultas kedokteran juga terus dimatangkan. Kerja sama dengan jaringan dokter dan rumah sakit di Indonesia dikonkretkan. Joni menegaskan, tanah untuk pembangunan rumah sakit sudah disiapkan. Untuk jangka panjang, rumah sakit akan dibangun di kawasan Juanda. "Dalam waktu dekat, kami akan bangun dulu di kawasan kampus Tenggilis," tuturnya. Luas tanah yang disediakan adalah 10 ribu meter persegi. "Tahap awal akan dibangun enam lantai. Belum dibangun, tunggu izinnya dulu," katanya.

Baru-baru ini, kata Joni, Ubaya juga meraih dua penghargaan terkait bulan mutu nasional. Yakni, penghargaan tentang konsistensi terhadap kualitas serta komitmen terhadap penyebarluasan mutu. Di Indonesia, ada enam kampus yang meraih penghargaan itu. Yakni, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Sebelas Maret (USM). Ubaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang meraih penghargaan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) itu.

Ubaya juga meraih penghargaan emas dari SNI Award. Penghargaan itu diberikan kepada organisasi yang dianggap terbaik untuk kategori industri besar. Joni mengatakan, penghargaan tersebut diperoleh Ubaya karena dinilai bisa menjalankan sistem manajemen mutu dengan baik. Baik dari tata kelola, output yang dihasilkan dari penelitian, lulusan, maupun sinergi dengan industri. (puj/c6/ady)

Sumber: Jawa Pos, 25 Nov 2015