SURABAYA – SD Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) punya cara tersendiri untuk mengenalkan budaya negara lain kepada muridnya. Yakni, menggelar pameran internasional (international exhibition).

Pameran di halaman sekolah tersebut menampilkan budaya dari 66 negara di dunia. ”Kami juga undang lima orang native untuk presentasi mengenai negaranya,” ujar Hamdiyatur Rohmah, staf Humas SAIM, kemarin (5/3).

Lima negara yang dipresentasikan adalah Jepang, Selandia Baru, Sierra Leone, Prancis, dan Peru. Pameran budaya dunia tersebut juga mengundang mahasiswa asing yang berkuliah di Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas 17 Agustus (Untag), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tak lupa, sepuluh sekolah dasar (SD) swasta di sekitar SAIM juga diundang.

Ketika para penutur asli menjelaskan negara masing-masingnya, para siswa menyimak dengan serius. ”Sierra Leone itu ternyata Afrika ya, tak pikir Eropa. Namanya Inggris banget soalnya,” kata Reza Akbar, siswa kelas IV. Selain menjelaskan kondisi alam dan budaya bangsanya, beberapa perwakilan negara tersebut mengajarkan sapaan umum dan cara berkenalan dalam bahasa ibu masing-masing.

Salah seorang penutur asli, Kaori Morohira, antusias mengenalkan diri dalam bahasa Jepang. Tak lupa, dia menyelipkan video cara pembuatan onigiri (nasi kepal). ”Biar mereka bisa minta mamanya buat di rumah,” ucap perwakilan Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia itu dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar.

Hamdiya menjelaskan, pameran tersebut bertujuan mengenalkan bangsa-bangsa di dunia. ”Sebab, di era modern ini, siapa pun punya kesempatan untuk mengunjungi atau dikunjungi oleh orang-orang asing. Setidaknya kenal,” tutur dia.

Untuk memeriahkan acara tersebut, siswa dibebaskan me ngenakan pakaian khas negara lain. Mulai yang paling di kenal, misalnya kimono dan gamis Arab, hingga pakai an matador Spanyol dan suku asli Indian.(fam/c11/ai)

Sumber: Jawa Pos, 6 Maret 2015