Universitas Surabaya Raih SNI Award 2014

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Universitas Surabaya (Ubaya) meraih SNI Award 2014 kategori Perusahaan/Organisasi Besar Sektor Jasa.

Penghargaan akan diberikan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M. Nasir kepada Wakil Rektor 1 Ubaya Nemuel Daniel Pah Ph.d di Jakarta Convention Center (Assembly Hall), Jakarta, Sabtu (14/11/2014) malam.

Ubaya menjadi satu satunya perguruan tinggi yang masuk nominasi dan berhasil mendapat penghargaan ini.

SNI Award ini digelar setiap tahun dan sudah memasuki tahun kelima.

Badan Standarisasi Nasional ( BSN) selama ini getol mempromosikan kegiatan SNI kepada perusahaan atau organisai agar semakin aware dengan standart

Ada tiga indikator penilaian dalam penghargaan SNI 2014 kali ini. Yakni kinerja organisasi yang meliputi kepemimpinan dan manajemen, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya dan pengelolaan produk.

Kemudian awareness yang meliputi kebijakan organisasi dibidang standar, penerapan standar, pengembangan standar, edukasi dan promosi SNI.

Serta hasil bisnis yang meliputi kinerja non keuangan dan kinerja keuangan.

Wakil Rektor 1 Ubaya Nemuel Daniel Pah Ph. D mengatakan bukan hal mudah bagi institusi perguruan tinggi mendapatkan Award ini.

"Disana banyak dosen yang merasa dirinya paling pintar. Sehingga untuk mengatur semua itu hanya dengan standart,”katanya.

Kedepan masih banyak PR yang harus dibenahi pada sistem di Ubaya untuk tetap menjaga konsistensi standar di kampus.

"Ada beberapa sistem yang harus diintegrasikan sehingga renstra kedepan semakin baik. Ditambah lagi adanya SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijasah) yang targetnya akan diberikan lulusan pada wisuda akan datang," katanya.

Sumber: http://www.tribunnews.com


Ubaya Menangi "SNI Award 2014"

Surabaya (Antara Jatim) - Universitas Surabaya memenangi "SNI Award 2014" untuk kategori Perusahaan/Organisasi Besar Sektor Jasa yang diberikan langsung oleh Menristek dan Pendidikan Tinggi M. Nasir di Jakarta, Jumat (14/11) malam.

Informasi dari Humas Ubaya yang diterima Antara di Surabaya, Sabtu, melaporkan penghargaan yang diberikan Menristek dengan didampingi Ketua BSN (Badan Standarisasi Nasional) Prof. Bambang Prasetya M.Sc itu diterima oleh Wakil Rektor I Ubaya Nemuel Daniel Pah PhD.

SNI Award ini sudah kali kelima diselenggarakan pada setiap tahun dan Ubaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang masuk nominasi dan akhirnya mendapatkan "SNI Award 2014".

Selama ini, BSN getol mempromosikan kegiatan SNI kepada perusahaan atau organisai supaya masyarakat Indonesia semakin aware dengan standar, terutama menjelang MEA, karena salah satu senjata untuk menyelamatkan produk barang dan jasa Indonesia adalah dengan memiliki standar pada setiap lini.

Ada tiga indikator penilaian dalam penghargaan SNI 2014 yakni kinerja organisasi (kepemimpinan dan manajemen, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, pengelolaan produk), awareness terhadap SNI (kebijakan organisasi di bidang standar, penerapan standar, pengembangan standar, edukasi dan promosi SNI) dan hasil bisnis (kinerja non-keuangan dan kinerja keuangan).

Untuk itu, BSN menunjuk 17 juri yang diketuai Rhenald Kasali untuk mengawal proses pendaftaran, verifikasi, kunjungan, sampai penentuan pemenang. Ada 30 nominasi dalam 10 kategori, namun hanya sembilan kategori yang lolos menjadi nominasi.

Sembilan kategori adalah Perusahaan/Organisasi kecil-menengah-besar sektor jasa, Perusahaan/organisasi menengah-besar sektor pangan pertanian dan perkebunan, Perusahaan/organisasi menengah-besar sektor elektro dan logam, Perusahaan/organisasi menengah-besar sektor kimia dan serba aneka.

"Ada dua hal yang membuat Universitas Surabaya bisa memenangkan SNI Award 2014, yaitu dokumen sangat teratur dan lengkap serta konsisten dengan hasil kunjungan tim juri," kata Rhenaldi Kasali saat wawancara singkat dengan Humas Ubaya di sela acara.

Dalam acara yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Ketua Komisi VI DPR RI itu, Wakil Rektor I Ubaya Nemuel Daniel Pah PhD mengungkapkan bukan hal mudah bagi institusi perguruan tinggi untuk mendapatkan "award" itu. (*)

Sumber: http://www.antarajatim.com


Raih SNI Award 2014

SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil memenangi penghargaan Standar Nasional Indonesia (SNI) Award 2014 untuk kategori perusahaan dan organisasi besar sektor jasa. Penghargaan tersebut bisa jadi tolok ukur kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEN 2015.

Penghargaan itu diserahkan Menristek dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir kepada Wakil Rektor I Ubaya Nemuel Daniel Pah Phd di Jakarta Convention Center Jumat malam (14/11). SNI Award sudah kali kelima diadakan Badan Standarisasi Nasional (BSN).

”Kami sangat bangga dengan penghargaan ini. Ubaya akan terus berbenah dan menjadi yang terbaik,” ucap Nemuel. Dia menjelaskan, SNI Award diberikan kepada perusahaan atau organisasi supaya masyarakat Indonesia semakin aware dengan standar. Apalagi, kata dia, Indonesia akan dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Nah, SNI merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan produk barang dan jasa Indonesia dengan cara memiliki standar di setiap lini.

Dia menyebut ada tiga indikator penilaian dalam penghargaan SNI 2014. Pertama, terkait dengan kinerja organisasi yang meliputi kepemimpinan dan manajemen, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, dan pengelolaan produk.

Kedua, awareness terhadap SNI. Yakni, kebijakan organisasi di bidang standar, penerapan standar, pengembangan standar dan edukasi, serta promosi SNI. Ketiga, hasil bisnis yang mencakup kinerja non keuangan dan kinerja keuangan.

Menurut Nemuel, tidak mudah meyakinkan tim juri SNI. Apalagi, terdapat 17 juri yang didapuk BSN untuk mengawal pendaftaran, verifikasi, kunjungan, sampai penentuan pemenang. Penjurian SNI diketuai Rhenald Kasali.

Ke depan, lanjut dia, masih banyak ”PR” yang harus dibenahi Ubaya untuk mempertahankan standar itu. Salah satunya Ubaya akan memberikan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) kepada lulusannya saat wisuda nanti. SKPI tersebut menjadi nilai plus bagi lulusan Ubaya. (kit/c15/roz)

Sumber: Jawa Pos, 16 Nopember 2014