Tanggal 12 Juli 1947 ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia dan Bapak Koperasi Indonesia adalah Bung Hatta. Drs.ec.Di Universitas Surabaya,H. Sri Mince Endramawan, S.H., M.M. selaku Direktur Keuangan dan Ketua Umum Koperasi Karyawan Universitas Surabaya memberikan tanggapannya terkait Koperasi di Indonesia dan Koperasi Karyawan Universitas Surabaya.

Q : Seberapa besar peranan koperasi bagi perekonomian Indonesia ?

A : Peranan koperasi menurut saya sangat besar karena di tataran menengah ke bawah sangat membutuhkan koperasi. UMKM, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, itu adalah masyarakat yang menengah dan jumlahnya cukup banyak. Koperasi sangat sehat asalkan dikelola dengan baik, maka anggotanya akan sejahtera. Contohnya memerlukan pendanaan, kita masuk dalam koperasi, kita bisa menabung pada koperasi, kita juga bisa meminjam dari koperasi. Dari situ, tentunya dari koperasi ada pembinaan-pembinaan agar mereka bisa menggunakan dana itu sebaik-baiknya. Tidak untuk konsumtif tetapi untuk yang bermanfaat, akan lebih baik jika bisa digunakan untuk entrepreneur. Umumnya koperasi saat ini beda dengan dulu, sekarang kebanyakan orang-orang meminjam uang untuk berdagang. Jadi menurut saya sepanjang tatanan koperasi baik, maka sangat kuat di Indonesia

Q : Apakah koperasi tergeserkan oleh keberadaan bank ?

A : Itu adalah hal yang berbeda, koperasi tidak bisa dibandingkan dengan bank karena memang berbeda. Bank itu murni bisnis, sedangkan koperasi, anggotanya bisa menyimpan uang, meminjam uang, tetapi koperasi juga harus mengembalikan keuntungan koperasi kepada setiap anggotanya. Jadi darianggota,olehanggotadan untuk anggota. Tetapi bank tidak, nasabah yang menabung di bank akan memperoleh hasil (bunga) sesuai keputusan yang ada di bank, tentu berbeda-beda antara bank satu dengan yang lain. Sedangkan di koperasi anggotanya bisa dapat bunga dan SHU (Sisa Hasil Usaha). Koperasi adalah milik bersama, milik semua anggotanya, sedangkan bank adalah milik owner masing-masing bank.

Q : Apakah sampai sekarang koperasi masih diminati masyarakat?

A : Masih diminati, karena dari tingkat kabupaten, kota hingga pusatbisa mendirikan koperasi. Karena syarat untuk mendirikan koperasi tidaklah sulit, dan semua tergantung dari kesepakatan dan peraturan anggota dari koperasi tersebut. Syaratnya tidak susah yaitu Contohnya Koperasi Karyawan Universitas Surabaya, itu jelas anggotanya hanyalah karyawan Universitas Surabaya saja.

Q : Koperasi Ubaya termasuk jenis koperasi apa pak?

A : Koperasi Ubaya termasuk dalam koperasi simpan pinjam, yang kedua koperasi ubaya juga punya usaha atau bisnis yaitu swalayan yang menjual bermacam-macam barang mulai dari beras, minyak, minuman. Selain itu, kita juga memilikirent car dan bus pariwisata, tiket pesawat, layanan umroh.

Q : Apakah seluruh karyawan Ubaya wajib menjadi anggota Kopkar?

A : Tidak harus, tetapi 99% karyawan Ubaya aktif dalam kopkar. Aktif disini artinya menggunakan haknya sebagai anggota. Haknya yaitu menyimpan uang, meminjam uang, terima SHU yang didapat setiap menjelang lebaran, dan juga menghadiri rapat-rapat pertemuan dan lain-lain yang berhubungan dengan koperasi ini. Pada tahun 2017, SHU yang dikeluarkan H-10 sebelum hari raya mencapai kurang lebih 800 juta rupiah.

Q : Apakah ada perubahan yang mencolok terhadap kopkar Ubaya ?

A : Yang pasti selalu berkembang, dari hasil auditeksternal tahun 2016, total aset tumbuh sekitar 20%, berarti koperasi ini berhasil. Ini semua teraudit oleh akuntan publik dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Selama saya menjadi Ketua umum Koperasi Karyawan Universitas Surabaya dari tahun 1998, setiap tahunnya selalu ada growth.

Q : Harapan bapak terhadap Koperasi Karyawan Ubaya kedepan ?

A : Harapannya supaya kopkar Ubaya dapat membuat inovasi-inovasi yang selalu mengikuti kondisi baik internal maupun eksternal agar mendapatkan sebuah trust dari anggota dan stakeholdersecara berkelanjutan. Dan selalu meningkatkan kesejahteraan anggota baik melalui fasilitas-fasilitas yang dimiliki koperasi untuk menambah income(pendapatan) atau edit value. Jadi kesejahteraan anggota bukan hanya dari uang tetapi melalui pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka semua.

Demikian wawancara dengan Drs.ec. H. Sri Mince Endramawan, S.H., M.M. berkaitan dengan Hari Koperasi.