Menjelang Ramadhan 2017 harga bahan pangan dan sayuran di pasaran ada perubahan harga walau tidak setinggi tahun - tahun sebelumnya. Dr. Sugeng Hariadi, S.E., M.Si. sebagai dosen di Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya memberikan pendapatnya berkaitan dengan topik ini.

Q : Mengapa harga bahan-bahan pangan cenderung ada kenaikansaat menjelang Ramadhan ?

A : Di dalam ilmu ekonomi memang ada teori Inflasi yang menjelaskan kenaikan harga umum secara bersama-sama berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Akan tetapi, kenaikan harga saat Ramadhan tidak bisa disebut sebagai inflasi karena bersifat momentum atau sementara. Menjelang lebaran, ada kegiatan di mana masyarakat ingin berbahagia dengan keluarganya. Jadi kenaikan harga dipengaruhi oleh tingginya permintaan, daya beli masyarakat pun meningkat entah mungkin karena ada bonus-bonus atau punya gaji ke-13. Sehingga saat itu, permintaan akan sangat tinggi. Supplier memahami hal itu, sehingga pada momentum tersebut, harga akan melambung tinggi.

Q: Kapan mulai terjadinya turun naik harga bahan pokokdi masyarakat ?

A : Biasanya kenaikan mulai terjadi kira-kira 1 minggu menjelang Ramadhan, karena orang-orang mulai mempersiapkan. Puncak kenaikan harga akan terjadi 1 minggu sebelum lebaran. Nantinya akan mereda pada 1 bulan setelah lebaran, atau sesaat setelah Lebaran ketupat.

Q : Bagaimana upaya pemerintah dalam menstabilkan harga di pasaran ?

A : Upaya pemerintah salah satunya adalah adanya operasi pasar. Terkadang karena permintaan yang tinggi, beberapa pedagang atau suppliersengaja menimbun barang terutama sembako. Operasi pasar dilakukan untuk meredam harga supaya kenaikan harga tidak terlalu liar karena yang bisa mengimbangi permintaan hanya supply. Biasanya operasi pasar dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan, seperti Bulog, Pemkot, atau pasar. Ketika mulai ada tanda-tanda kenaikan harga biasanya segera dilakukan operasi pasar. Untuk menjelang Ramadhan, biasanya H-beberapa hari sebelum puasa sudah dilakukan operasi pasar.

Q : Perbandingan kenaikan harga bahan pokokantara tahun 2017dengan tahun sebelumnya?

A :Tahun lalu, masyarakat ramai dengan kenaikan harga daging tetapi sekarang masyarakat sudah bisa menciptakan Ekuilibrium baru atau keseimbangan baru. Yang artinya masyarakat sudah bisa beradaptasi dengan harga yang baru. Pada tahun ini kenaikan harga yang mencolok adalah kurma, karena barangnya sedikit sehingga harganya naik. Karena ada perubahan peraturan impor.

Q : Apa dampak kenaikan harga bagi masyarakat ?

A : Jika penghasilan masyarakat itu tetap, itu akan sangat berdampak. Karena dengan uang yang sama, dapat barang lebih sedikit. Masyarakat pada akhirnya harus memilah mana yang menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Q : Apa dampak kondisi ini bagi negara ?

A : Kenaikan harga momentum seperti Ramadhan ini bagi perekonomian negara sebenarnya tidak terlalu berpengaruh karena sudah disiapkan dan diantisipasi. Jadi dampaknya sudah bisa dihitung karena hal seperti ini rutin terjadi. Semua instansi pemerintah sudah disiapkan untuk menghadapi kenaikan ini. Sebenarnya bagus untuk perputaran ekonomi asalkan tidak impor.

Q : Harapan bagi pemerintah dan masyarakat dalam menanggapi perubahan harga menjelang Ramadhan?

A : Saya berharap pemerintah dapat belajar supaya bisa lebih baik lagi melayani masyarakat. Pemerintah bisa antisipatif dan preventif terhadap kenaikan harga yang akan terjadi, yang setiap tahun akan selalu sama. Bagi masyarakat harus bisa menjadi konsumen yang bijak, jangan terlalu berlebih-lebihan, justru makna dan pesan Ramadhan yang harus ada di hati.

Demikian wawancara singkat dengan Dr. Sugeng Hariadi, S.E., M.Siterkait perubahan harga yang terjadi menjelang Ramadhan.