Pengabdian Masyarakat Prodi Magister Psikologi Sains Dan Magister Psikologi Profesi Universitas Surabaya : Komunikasi Empatik Dan Asertif


  • 06-09-2015
  • Fadjar Efendy Rasjid

Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Komunikasi merupakan kunci dalam menjalin relasi. Mengapa dikatakan kunci karena dengan komunikasi maka relasi akan menentukan bagaimana bentuk relasi yang terjadi. Komunikasi terbagi menjadi tiga gaya komunikasi yaitu komunikasi pasif, komunikasi agresif, dan komunikasi asertif empatik. Namun tidak semua orang mengerti dan memahami berbagai gaya komunikasi tersebut. Banyak dari kita melakukan bentuk komunikasi yang agresif dan pasif sehingga seringkali berdampak menyakiti orang lain, menyakiti diri sendiri, dan merusak relasi. Gaya komunikasi yang baik adalah asertif dan empatik. Gaya ini menggambarkan gaya komunikasi yang menyampaikan pesan secara produktif, mendengarkan secara aktif, menunjukkan ketulusan dan kesungguhan hati, dan berinisiatif. Gaya komunikasi empatik dan asertif inilah yang kemudian menjadi tema pengabdian masyarakat Program Studi Magister Psikologi Sains dan Program Studi Magister Psikologi Profesi Universitas Surabaya kepada ibu-ibu kader PKK Desa Tamiajeng dan Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas yang dilakukan pada 4 September 2015.

Pengabdian masyarakat diawali dengan pembukaan dari Kepala Desa Tamiajeng dan Camat Kecamatan Trawas. Kemudian pemberian materi melalui ceramah tentang pengenalan gaya komunikasi. Pemberian materi tidak hanya diberikan secara ceramah, untuk memperdalam pemahaman materi, peserta juga diajak berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam kelompok-kelompok kecil peserta diajak membahas kasus, mencari solusi, dan mempraktekkan gaya komunikasi empatik dan asertif. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sesuai bidang ilmu psikologi. Selain itu sebagai bentuk community social responsibilityterhadap warga desa di sekitar kampus III Universitas Surabaya.

Di akhir sesi, disampaikan juga harapan dari Bapak Camat Kecamatan Trawas, program sejenis bisa dilanjutkan ke desa-desa lain. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tamiajeng dan di Desa Ketapanrame ditutup oleh istri Bupati Mojokerto yang merupakan pembina kader PKK yaitu dr. Ikfinah Fatmawati.