JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui program CSR bertajuk SUPEL (Shell untuk Pelestarian Lingkungan), Pemkot Surabaya bersama Shell Indonesia dan Pusdakota Universitas Surabaya mengembangkan “Bank Sampah” di Surabaya. “Bank Sampah” ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat kegiatan simpan pinjam masyarakat di beberapa kelurahan yang ada di Surabaya. Babatan dan Lontar menjadi pilihan lokasi pertama program ini.

Sampah, selama ini dikenal sebagai buangan yang tak berguna. Namun tidak lagi bagi warga kampung Babatan dan Lontar, Surabaya. Karena kini warga kedua kampung tersebut telah dapat mengolah sampah menjadi produk bermanfaat yang dapat meningkatkan perbaikan lingkungan dan kesejahteraan warganya.

"Keberhasilan warga kampung Babatan dan Lontar, Surabaya ini tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh PT Shell Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (Pusdakota) Universitas Surabaya. Melalui program SUPEL (Shell untuk Perbaikan Lingkungan) dikembangkan “Bank Sampah” bagi kedua warga kampung tersebut," demikian Inggita Notosusanto, Country Communications Manager PT Shell Indonesia dalam siaran persnya, Rabu (6/2/2013).

Bank inilah yang akan menampung sampah-sampah warga yang telah dipilah menjadi 2 bagian yaitu sampah organik dan non-organik. Kedua jenis sampah ini kemudian diolah menjadi produk yang bermanfaat, sampah organik menghasilkan pupuk kompos dan sampah non-organik menghasilkan produk barmanfaat lainnya seperti tas, tempat tisu, dan lain-lain.

“Bank Sampah” yang diresmikan beberapa waktu lalu oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah Kota Surabaya Hidayat Syah - mewakili Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan juga Network Manager dari PT Shell Indonesia Hendra Nagunta serta Direktur Pusdakota Cahyo Suryanto dan Ketua RW 01, Kelurahan Babatan Suhargiyo kini telah menjadi bagian dari aktivitas warga kedua kampong tersebut.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyambut baik setiap inisiatif yang dilakukan berbagai pihak untuk mewujudkan lingkungan hidup Surabaya yang lebih baik. "Langkah PT Shell Indonesia - yang telah menggandeng Pusdakota dan Pemkot Surabaya - mewujudkan program “Bank Sampah” di Kelurahan Babatan dan Kelurahan Lontar bentuk nyatakepedulian pihak swasta  memperbaiki lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini perlu mendapatkan apresiasi dan kami harapkan dapat diikuti oleh institusi lainnya," kata Tri.

Presiden Direktur dan Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya yang mendukung penuh program SUPEL di Kelurahan Babatan dan Lontar. Program ini bentuk komitmen penuh Shell berkontribusi pada pembangunan masyarakat di sekitar lokasi aktivitas.

"Melalui program investasi sosial strategis seperti SUPEL, kami mengharapkan Kelurahan Babatan dan Lontar meraih manfaat berkelanjutan; menjadi lingkungan lebih bersih, hijau, produktif serta menjadi kebanggaan bagi warga kedua kelurahan dan kota Surabaya," kata Darwin.

Program SUPEL dimulai sejak November 2012 di Kelurahan Lontar dan Kelurahan Babatan, Surabaya. Selama program, warga kedua kelurahan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari tim Pusdakota Universitas Surabaya mengenai berbagai macam jenis sampah, pengelolaan sampah dengan metode open-window, pembuatan bakteri cair dan bakteri padat, pengelolaan bank sampah dan kreasi daur ulang plastik. Di Kelurahan Babatan, warga mendapatkan kesempatan mengelola lingkungan dan sepakat menjadikan RT 05 di wilayahnya model RT BERsih, SEhat dan mandiRI (BERSERI).

Menurut Ketua RW 01 Kel. Babatan Suhargiyo, Program SUPEL berdampak positif bagi warga karena warga sudah mulai bisa memanfaatkan sampah. Paradigma membuang sampah sekarang sudah berubah menjadi mengolah sampah. Selain itu saat ini lingkungan menjadi lebih indah, sampah terolah dan warga juga memiliki keterampilan yang dapat mendukung kemandirian melalui bank sampahnya.

"Semoga kerja sama yang dilakukan PT Shell Indonesia, Pusdakota dan Pemerintah Kota Surabaya ini dapat dicontoh oleh perusahaan yang lain. Saya juga berharap program ini dapat dicontoh oleh RT-RT yang lain," ungkapnya.

Shell melalui program SUPEL berkomitmen untuk tidak berhenti berperan meningkatkan perbaikan lingkungan hanya di Babatan dan Lontar, tetapi juga akan mengembangkan di wilayah berbeda, khususnya di lokasi dekat SPBU Shell.
Editor :
Robert Adhi Ksp

Sumber: http://regional.kompas.com

Copyright
© 2018 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/1089/Shell-Kembangkan-Bank-Sampah.html