SURYA Online, SURABAYA - Diskusi tentang upaya pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif bagi remaja membuat guru, dokter, psikolog, dan aktivis pendampingan remaja berbagi tips di Restoran Mahameru, Selasa (9/10/2012). Mengenal organ reproduksi lewat pelajaran Biologi saja tidak cukup. Siswa sebaiknya mendapat informasi utuh.

Menurut Dian dari Pusham Ubaya dalam penelitian yang dilakukan di beberapa sekolah, anak tidak hanya butuh informasi tentang reproduksi melainkan juga tentang jam biologis tubuh. Mengontrol anak selama 24 jam tidak mungkin dilakukan karena pengambilan keputusan ada pada individu.

"Ketika anak tahu kebutuhan diri sendiri, itu saatnya mereka mendapat informasi hingga mendetail agar anak memahami dirinya dan mengambil keputusan yang benar dan dapat menolak yang tidak disetujui," kata Dian.

Di beberapa puskesmas di Surabaya sudah ada layanan Pos Yandu Remaja. Pos Yandu Remaja di Puskesmas Peneleh, Pegirikan, Rangkah, Tambahrejo, Putat jaya, Jagir, menjadi tempat berbagi informasi yang salah satunya melalui akun Facebook Kapasari Youth Center.

"Program kesehatan reproduksi saat ini sedang disiapkan untuk masuk ke sekolah," kata Warit dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim di diskusi yang diadakan Sebaya PKBI Jatim. Ia mengingatkan, remaja yang harus ditangani bukan hanya yang ada di sekolah karena yang di luar sekolah juga banyak. Itu sebabnya Pos Yandu Remaja diperlukan.

Menurut NKE Triwijati dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, industri seks makin kuat, remaja sebaiknya mengenali dirinya agar dapat membentengi diri.

Sumber: Surya Online, http://surabaya.tribunnews.com