Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Belajar dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun terutama belajar tentang perilaku yang seharusnya ditampilkan. Pembelajaran perilaku yang tepat sebaiknya ditanamkan sejak anak berusia dini. Materi yang diajarkan juga disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif dan emosi anak. Media pembelajaran yang efektif adalah media yang mampu membuat anak terlibat dan merasa tertarik sehingga pembelajaran yang sifatnya joyful learning. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mengajarkan berperilaku yang baik pada anak-anak adalah saat menonton bioskop. Anak-anak memiliki minat yang tinggi ketika menonton film-film anak-anak di bioskop sehingga dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran. Berikut beberapa hal yang dapat diajarkan pada anak-anak saat menonton bioskop.

Memilih film yang ditonton. Saat memilih film yang hendak ditonton, orangtua bisa mengajak Anda berdiskusi tentang motivasi menonton film, menonton film di bioskop, dan kontrak beberapa perilaku yang mungkin Anda ajarkan dapat ditampilkan di rumah saat menonton film tetapi tidak dapat ditampilkan saat menonton film di bioskop. Dengan berdiskusi tentang alasan menonton film di bioskop Anda dapat mengetahui minat anak-anak dalam kehidupan di usianya melalui film. Anda juga dapat mengajarkan tentang pentingnya motivasi atau keinginan yang mendasari perilaku. Saat anak Anda menyatakan menonton bioskop karena sebab eksternal misalnya karena teman-temannya menonton dan menyatakan bagus Anda bisa mengajarkan konsep kepercayaan kepada orang lain dan siapa yang dapat dipercaya. Anda juga dapat mengetahui bahwa motivasi itu berasal dari dalam atau dari luar diri anak sehingga dapat diberitahukan kepada anak secara perlahan-lahan.

Waktu menonton bioskop. Saat menentukan waktu menonton bioskop perlu adanya kesepakatan antara orangtua dan anak. Ada kalanya waktu tertentu orangtua tidak bisa menonton karena kepentingan lain, maka anak harus belajar menunda keinginannya karena keinginan tersebut juga melibatkan orang lain. Waktu menonton bioskop yang terjadwal juga dapat membuat anak belajar bahwa untuk memenuhi keinginan juga perlu memperhatikan waktu yang disediakan sehingga harus benar-benar menepati waktu yang telah disediakan untuk jam pemutarannya.

Bioskop tempat menonton. Pemilihan bioskop tempat menonton film juga dapat menjadi materi belajar. Film yang diputar pada beberapa bioskop dapat membuat anak menentukan pilihan menonton dimana. Ada bioskop yang jauh dan dekat lokasinya dengan rumah. Ada bioskop yang letaknya di pusat perbelanjaan yang membuat keluarga nyaman dan tidak nyaman. Nah pertimbangan-pertimbangan itu dapat diajarkan kepada anak bahwa saat menonton bioskop tidak hanya sekadar menonton dimana tetapi kenapa menonton di bioskop tertentu.

Antri tiket. Perilaku antri di Indonesia termasuk perilaku yang sulit ditemui secara tertib. Perilaku ini perlu ditanamkan sejak kecil sehingga dapat menjadi habit. Orangtua saat antri dan membeli tiket perlu member informasi kepada anak-anak kenapa harus antri dan membeli tiket. Anak dapat belajar tentang aturan dan perilaku sosial yang dapat membuat kenyamanan sosial. Anak juga dapat belajar bila datang pada waktu yang mepet dengan jam pemutaran film konsekuensinya akan mengantri panjang, berbeda bila datang lebih awal. Hal ini membuat anak dapat belajar tentang manajemen waktu sejak dini.

Memilih tempat duduk. Saat memilih tempat duduk anak juga dihadapkan pada beberapa kondisi nyaman dan tidak nyaman. Biarkan anak memilih tempat duduk karena akan memberikan kepercayaan untuk mengambil keputusan. Namun selalu beri informasi bahwa setiap posisi tempat duduk memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Menonton. Anak-anak perlu belajar bahwa menonton di rumah dan menonton di bioskop terdapat perbedaan terutama dalam perilaku. Saat menonton video di rumah anak dapat memutar ataupun mempause atau mengulang film sesuai dengan kemauannya saat menonton film namun di bioskop tidak bisa seperti itu. Maka anak dapat belajar tentang manajemen diri misalnya harus ke toilet sebelum film dimulai, anak-anak harus fokus saat menonton film sehingga tidak kehilangan adegan-adegan yang ada di film. Anak-anak juga harus duduk di kursi sesuai dengan tiket tidak asal duduk di kursi lain. Reaksi anak-anak saat menonton bioskop juga dapat menjadi pembanding dengan orang lain. Saat film menstimulasi tertawa dan penonton lain tertawa apakah anak-anak tertawa, atau bereaksi sebaliknya. Hal ini dapat menjadi bahan pembelajaran reaksi sosial yang tepat atau tidak tepat.

Keluar bioskop. Saat film dimulai lampu akan dibuat lebih gelap dan ini akan berdampak pada kepekaan mata. Saat film selesai maka lampu akan menjadi lebih terang. Anak-anak harus belajar bahwa perubahan dari gelap ke terang dan terang ke gelap membuat mata kita beradaptasi yang membutuhkan beberapa waktu untuk melakukannya. Anak-anak juga harus tetap mengantri untuk keluar bioskop. Hal yang dapat dipelajari anak-anak adalah mengatur kapan harus berdiri dari kursi, kapan harus keluar bioskop, dan kenapa harus seperti itu.

Beberapa hal yang telah diuraikan dapat dipelajari anak-anak saat menonton bioskop. Di luar yang telah disebutkan masih terdapat pembelajaran yang lain. Peran orangtua sangat penting berupa bimbingan ataupun arahan orangtua dalam bentuk informatif dan diskusi diperlukan sebagai fasilitator pembelajaran bagi anak-anak.