Website: http://psikologi.ubaya.ac.id

Historis
Tanggal 2 September 1982 di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor, Surabaya berlangsung upacara peresmian penerimaan mahasiswa baru dan pembukaan tahun akademik 1982-1983, yang pertama untuk Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Pada pagi hari yang cerah itulah pimpinan fakultas psikologi yang pertama yang terdiri dari bapak dr. Hari K. Lasmono selaku Dekan merangkap Wakil  Dekan II, almarhum bapak Ahmad Halimi Zaini, S.Psi., selaku Wakil Dekan I dan almarhum bapak R.M. Gregorius Poerwadi, Lic., selaku Wakil Dekan III bersama-sama pimpinan fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Surabaya, berhadap-hadapan dengan para mahasiswa baru UBAYA di antaranya 119 mahasiswa baru fakultas psikologi, putra-putra dan putri-putri Indonesia yang berjiwa pelopor dan pejuang; mereka inilah pembuar sejarah yang sebenarnya, karena tanpa mereka Fakultas Psikologi Universitas Surabaya tidak mungkin dibuka pada pagi hari yang bersejarah tersebut. Salut dan penghargaan yang setinggi-tingginya patut ditayangkan kepada mereka! Bersama merekalah seluruh staf edukatif dan non edukatif mengawali perjuangannya.

Tanggal 30 Oktober 1984 terbit Keputusan Mendikbud RI Nomor 0511/O/1985 yang antara lain berisi pengesahan Jurusan pada Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, namun yang kemudian dicabut dan diganti dengan Keputusan Mendikbud RI Nomor 0395/O/1986 pada 23 Mei 86 tentang Penyesuaian Jalur, Jenjang, dan Program Pendidikan serta Penataan Kembali nama Unit, Jurusan/Program Studi Status Terdaftar pada PTS dalam Lingkungan Kopertis Wilayah VII. Keputusan kemudian berubah dengan terbitnya status Diakui dari SK. Dirjen Dikti Nomor 62/DIKTI/KEP/1996 tanggal 29 Januari 1993, status Disamakan dengan SK. Dirjen Dikti Nomor 386/DIKTI/KEP/1996 tanggal 19 Juli 1996 dan terakreditasi A berdasarkan Nomor SK-BAN PT DEPDIKBUD RI Nomor 002/BAN-PT/Ak-III/XII/1998 tanggal 22 Desember 1998. Terakhir Fakultas Psikologi dapat mempertahankan Akreditasi A, berdasarkan Nomor 035/BAN-PT/Ak-VII/S1/VIII/2004 tanggal 23 Agustus 2004.

Saat ini fakultas psikologi telah memiliki 5 gedung besar (PA, PB, PC, PD, dan sebagian PE), dengan jumlah dosen tetap 38 orang yang memiliki kualifikasi akademik yang baik. Perkembangan sumbangan TRI DHARMA PENDIDIKAN TINGGI (pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) makin luas dan berarti di masyarakat. Kita perlu bercermin pada perjalanan sejarah psikologi UBAYA. Betapa usaha, perjuangan dan kecintaan terhadap Psikologi UBAYA telah mengembangkan Psikologi UBAYA menjadi seperti ini.
Semangat itu harus dimiliki oleh seluruh komponen sivitas akademika di Fakultas Psikologi UBAYA, baik dosen, staf administrasi, maupun mahasiswa. Kita tidak akan bisa menjadi makin besar tanpa usaha dan dukungan berbagai pihak secara bersama-sama.

Pendidikan Psikologi di UBAYA
Pendidikan Psikologi di UBAYA mengalami berbagai perkembangan perjuangan mengikuti perkembangan pendidikan psikologi di Indonesia. Sistem pendidikan di Fakultas Psikologi UBAYA selalu menyesuaikan dengan sistem pendidikan di Indonesia, walaupun tetap memiliki warna dan ciri sendiri yang tidak terlepas dari visi dan misi UBAYA.

Terdapat perubahan besar dalam sistem pendidikan psikologi di UBAYA. Pertama, adalah masa mengikuti kurikulum inti. Lulusannya langsung sebagai Psikolog, gelarnya adalah Dra atau Drs. Setelah itu di tahun 1993, mengikuti kurikulum nasional sehingga lulusannya bergelar S.Psi. dan belum memiliki kewenangan sebagai psikolog. Untuk menjadi psikolog, seorang S.Psi. harus mengikuti pendidikan profesi (3 semester). Sejak tahun 2004 untuk menjadi psikolog harus melewati jenjang magister psikologi (4 semester) dan bergelar M.Psi. dan memperoleh sebutan psikolog (M.Psi., Psikolog). Dalam rangka memenuhi kebutuhan lulusan psikologi (S.Psi) untuk menjadi psikolog, fakultas psikologi UBAYA membuka Program Pendidikan Magister Profesi Psikologi (PPMPP) sejak tahun akademik 2004-2005.

Visi
To be an excellent educational institution in psychology based on scientific endeavour and to apply life values in managing urban problems.
Menjadi unggul dalam penyelenggaraan pendidikan psikologi dan menangani masalah urban sesuai martabat kehidupan.
Makna Visi :
Sosok Fakultas Psikologi yang diidamkan untuk dicapai adalah institusi yang unggul dalam pengembangan keilmuan, sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui penerapan psikologi bagi kemaslahatan manusia.

Misi

  1. Menghasilkan lulusan pada jenjang perguruan tinggi yang memiliki kompetensi dan karakter yang handal dalam menangani masalah perkotaan.
  2. Mengembangkan lembaga pendidikan psikologi unggulan yang menjadi acuan dalam model pembelajaran terpadu (kurikuler-kokurikuler-ekstrakurikuler) berbasis pada masalah perkotaan.
  3. Membangun komunitas pembelajar yang tumbuh bersama dalam situasi keberagaman.
  4. Membangun kerjasama yang saling menumbuhkan dengan mitra kerja internal Ubaya dan mitra kerja eksternal, dan mengembangkan aliansi strategis yang saling meneguhkan dengan mitra kerja di dalam negeri maupun luar negeri.
  5. Memberikan kontribusi nyata dalam pemecahan masalah perkotaan.


Tujuan Pendidikan Sarjana Psikologi Universitas Surabaya
Menghasilkan lulusan yang kompeten untuk menangani persoalan perkotaan dengan pertanggungjawaban etis-akademis yang dijiwai oleh semangat belajar berkelanjutan. Kompetensi ini mencakup perilaku kesehatan, pengelolaan sumber daya insani, dan keberagaman dalam berbagai manifestasinya. Dengan demikian lulusan diharapkan mampu:

  • mencari, mengolah, dan menggunakan informasi secara alamiah berkaitan dengan bidang-bidang yang ditangani;
  • melakukan intervensi dalam lingkup individual, kelompok, maupun komunitas;
  • bekerja di berbagai bidang atau menempuh studi lanjut


Pengetahuan dan Keterampilan (Expertise) yang sesuai kebutuhan Dunia Bisnis dan Industri

  1. Psikologi Umum
    • mampu mengembangkan alternatif pemecahan masalah menjadi perekat lintas batas dan antar spesialisasi ilmu dan profesi
    • mampu mengembangkan indigenous psychology
  2. Psikologi Perkembangan
    • memiliki ketajaman analisis masalah, keluarga dalam konteks masyarakat
  3. Psikologi Pendidikan
    • memiliki kepekaan terhadap masalah pendidikan secara integral (sistem, materi, metode, manajemen keluarga, sekolah, masyarakat)
  4. Psikologi Klinis
    • mampu menangani masalah secara preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan kelompok.
  5. Psikologi Sosial
    • memiliki kepekaan terhadap konflik kepentingan dan corak hubungan: fenomena buruh, antar kelompok
  6. Psikologi Industri & Organisasi
    • mampu mengembangkan sistem industri transformatif dan pengembangan potensi sumber daya insani



Pasar Kerja Sasaran

  • Kiprah di institusi yang terkait dengan masalah seputar pendidikan: melayani bimbingan dan konseling serta konsultasi psikologi, merancang kurikulum, dan mengembangkan metode-metode pengajaran.
  • Kiprah di rumah sakit, klinik, layanan umum: memberikan bantuan kepada mereka yang mengalami hambatan/gangguan dalam kehidupan pribadi, kehidupan emosi, dan penyesuaian diri, misalnya masalah keluarga, masalah perkawinan, masalah pergaulan, dan masalah gangguan jiwa
  • Kiprah di Kancah industri dan organisasi: melakukan penelitian dan analisis serta membantu memberikan alternatif solusi terhadap pengembangan sistem industri, khususnya yang terkait dengan psikologi organisasi dan psikologi perekayasaan teknologi termasuk sistem manajemen produksi/ operasi dan pemasaran khususnya yang berkaitan dengan perilaku konsumen. Selain itu terkait pula dengan kajian psikologi/perilaku organisasi yang lebih menekankan pada pengembangan sistem manajemen sumber daya insani, seperti merancang sistem rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan, penilaian potensi terstruktur (assesment centre), pelatihan dan pengembangan, pelatihan kinerja, sistem remunerasi hubungan industrial, dan budaya perusahaan. Tujuan layanan jasa dan ilmu tersebut dimaksudkan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan lahir-batin dan mencapai tingkat kualitas kehidupan kerja yang optimal
  • Kiprah di departemen pemerintah dan jajarannya:sebagai konsultan ahli dalam penyusunan kebijaksanaan yang terutama berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat masyarakat, seperti masalah keluarga berencana, perilaku sosial, agresi, kriminal, kenakalan remaja, transmigrasi, dan urbanisasi
  • Kiprah lain-lain
  • bidang olahraga: memelihara kesehatan dan ketahanan mental atlet/olahragawan
  • bidang militer: sebagai konsultan/staf pada dinas psikologi di setiap jajaran ABRI
  • bidang hukum: menangani masalah psikologi di lembaga pemasyarakatan, pengadilan
  • bidang penelitian: melakukan penelitian baik tentang hal mendasar dari proses psikis, seperti persepsi, belajar, motivasi, kognisi, maupun hal-hal yang bersifat psikologis terapan, seperti efek dari lingkungan fisik (panas, suara, kerumunan) terhadap perilaku, perasaan, dan kesehatan, perilaku konsumen, riset pemasaran.
  • praktik pribadi: memberikan layanan jasa psikologi kepada masyarakat secara pribadi.


Tujuan ini kemudian diturunkan dalam kurikulum sarjana psikologi fakultas Psikologi Universitas Surabaya yang dapat dibagi dalam 3 kompetensi yaitu :

  1. Kompetensi utama yang merupakan kompetensi minimal yang perlu dibekali bagi mahasiswa. Kompetensi utama ini dapat dibedakan menjadi
    1. Kompetensi materi dasar keilmuan psikologi merupakan kompetensi dasar konsep psikologi yang harus dipahami oleh mahasiswa. Psikologi bersifat monoprogram sehingga mahasiswa harus memiliki kompetensi materi dasar pada setiap laboratorium. Matakuliah yang harus diikuti mahasiswa untuk setiap laboratorium adalah :
      1. Laboratorium Psikologi Umum: Psikologi Umum, Genetika Perilaku , Psikologi Faal, Psikologi Kognitif, Psikologi Belajar.
      2. Laboratorium Psikologi Perkembangan : Psikologi Perkembangan.
      3. Laboratorium Psikologi Klinis :Observasi & Interview, Pengantar Tes Psikologi, Asesmen Kognitif, Asesmen Kepribadian, Psikologi Klinis, Psikologi Konseling, Psikologi Abnormal, Intervensi Perilakuan, Terapi Humanistik.
      4. Laboratorium Psikologi Pendidikan : Psikologi Pendidikan, Andragogi.
      5. Laboratorium Psikologi Sosial : Psikologi Sosial, Dinamika Kelompok, Komunikasi.
      6. Laboratorium Psikologi Industri Organisasi :  Teori Organisasi, Psikologi Organisasi, Manajemen Sumber Daya Manusia.
    2. Kompetensi materi metode penelitian psikologi merupakan kompetensi dasar metode penelitian yang minimal harus dimiliki mahasiswa. Matakuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa adalah : Statistik, Metode Riset, Psikologi Eksperimen, Penyusunan Alat Ukur, Penulisan Karya Ilmiah, Akses Informasi, dan Skripsi.
  2. Kompetensi pendukung merupakan kompetensi yang dapat mendukung pengembangan kompetensi utama lebih optimal. Matakuliah yang termasuk dalam kompetensi pendukung adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Antropologi, Sosiologi, Pengantar Filsafat dan Logika,  dan Kode Etik.
  3. Kompetensi Peminatan merupakan kompetensi yang perlu dikuasai sesuai dengan bidang minat studi pada laboratorium. Ada 6 kompetensi laboratorium yang diaplikasikan dalam mata kuliah minat laboratorium (MKML) yaitu :
    1. Kompetensi Laboratorium Psikologi Umum adalah mampu mengembangkan alternative pemecahan masalah, menjadi perekat lintas batas dan antar spesialisasi ilmu dan profesi, mampu mengembangkan indegenous psychology. Matakuliah pilihan laboratorium psikologi umum  adalah Kewirausahaan, Psikoneuroimunologi, Issue Kontemporer Biopsikologi, dan Issue Kontemporer Psikologi.
    2. Kompetensi Laboratorium Psikologi Perkembangan adalah memiliki ketajaman analisis masalah keluarga dalam konteks masyarakat. Matakuliah pilihan laboratorium psikologi perkembangan adalah Kajian Issue Psikologi Keluarga, Teknik Terapi Keluarga, dan Psikologi Lintas Budaya.
    3. Kompetensi Laboratorium Psikologi Klinis adalah mampu menangani masalah secara preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan kelompok. Matakuliah pilihan laboratorium psikologi klinis adalah Psikologi Kesehatan dan Psikologi Klinis Terapan.
    4. Kompetensi Laboratorium Pendidikan adalah memiliki kepekaan terhadap masalah pendidikan secara integral (system,materi, metode,manajemen -> keluarga, sekolah, masyarakat). Matakuliah pilihan laboratorium psikologi pendidikan adalah Manajemen Pendidikan, Bimbingan & Konseling, dan Kurikulum Berdiferensiasi.
    5. Kompetensi Laboratorium Psikologi Sosial adalah memiliki kepekaan terhadap konflik kepentingan dan corak hubungan, fenomena buruh, antar kelompok (etnik, ras, agama), antar kelas sosial dan ekonomi, antar cohort, antar individu, dan antar gender. Matakuliah pilihan laboratorium psikologi sosial adalah Psikologi Kolektif dan Manajemen Konflik, Psikologi Lintas Budaya, dan Psikologi Hukum.
    6. Kompetensi Laboratorium Psikologi Industri & Organisasi adalah mampu mengembangkan system indutri transformative dan pengembangan potensi sumber daya insani. Matakuliah pilihan laboratorium psikologi industri organisasi adalah Psikologi & Industri Organisasi Lanjut dan Perilaku Konsumen.


Dalam upaya mencapai tujuan  pendidikan sarjana psikologi Ubaya maka delivery system dilakukan dengan menggunakan berbagai metode seperti diskusi kelas, presentasi, studi ekskursi (sekolah, rumah sakit jiwa, puskesmas, lembaga pemasyarakatan, rumah singgah, rumah sakit, perusahaan), praktek (terutama untuk metode riset, penyusunan alat ukur, asesmen psikologi), dan kuliah di luar kelas.

Pada kurikulum berbasis kompetensi penilaian tidak hanya dilakukan pada saat ujian, namun juga  melihat kompetensi yang akan dicapainya. Tidak semua kompetensi dapat dilihat melalui ujian, melainkan lebih tepat dilihat dari proses pembelajaran seperti misalnya kemampuan presentasi, pemberian instruksi tes psikologi, kemampuan observasi dan interview. Cara penilaian bisa beragam seperti tes tertulis, tes penampilan (misal kemampuan presentasi) atau port folio ( kumpulan hasil kerja dan tugas mahasiswa yang diberi komentar dosen tentang tingkat kemajuan mahasiswa). Dan yang lebih penting sebenarnya bukan nilai itu sendiri, melainkan mahasiswa dapat memahami kekurangannya sehingga dapat ditingkatkan menjadi lebih baik. Di fakultas psikologi Ubaya, pemberian tugas penulisan paper, laporan  penelitian juga dilakukan baik secara individual maupun kelompok. Sistem evaluasi dilakukan dengan melihat proses pembelajaran seperti mempertimbangkan nilai tugas, nilai laporan, nilai praktek, selain evaluasi pembelajaran (UTS dan UAS yang dilakukan dalam berbagai bentuk seperti take home exam, ujian lisan, dan ujian tertulis).

Copyright
© 2014 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/4040/Fakultas-Psikologi.html